“Jadi,..Siapa yang disembelih paling akhir Ma,..?”

Posted in Pengalaman Pribadi on Juli 5, 2015 by radityariefananda

Sudah menjadi rutinitas yang menyenangkan bagi sayasebagai suami, saat menjelang tidur harus memberikan dongeng atau ceritatentang kisah apapun kepada istri. Salah satu tujuannya, memberikan pembelajarandan hikmah dari kisah yang saya dongengkan. Dan tujuan utamanya, membuatnyaagar segera mengantuk dan akhirnya dapat tertidur lelap.

Hal tersebut sering saya lakukan terutama pada saat kamidi posisi yang saling berjauhan dan sedang tidak berada di kota yang sama.Entah itu karena saya sedang tugas ke luar kota, atau salah satu dari kami adayang pulang kampung menikmati cuti hari libur.

Namun demikian, terkadang dongeng yang saya berikanseringkali membuat istri justru penasaran dengan akhir ceritanya. Dan karenarasa penasaran tersebut, saya menebak matanya justru malah terbuka lebar dansuaranya menjadi kembali segar yang sebelumnya parau.
Ahh,..tidak mengapa. Toh istri kita sendiri yang kitacintai, harus tetap dituruti sampai mulut berbusa sekalipun. Meskipun kadangsambil mendongeng, dalam hati saya turut berucap yang tidak pernah diadengarkan sampai detik ini.

“Maaaa,..papa ngantuk juga tauuuuu,..”.
SSssst,..jangan bilang-bilang istri saya.

Semua karena cinta.

Seperti malam itu.
Saat saya berada di kota lain sedangkan istri berada dirumah, menjadi seorang pendongen pun kembali saya lakukan. Saya tidak ingat sudahberapa kali melakukan hal semacam itu. Awalnya, istri lah yang meminta danlama-kelamaan hal tersebut menjadi hal positif yang saya pikir tidak adasalahnya dilakukan. Hmm,..apa salahnya menuruti kemauan istri sendiri.

Bahkan, saat terjadi perselisihan jarak jauh yangdisebabkan karena perbedaan pendapat sekalipun, dengan lembut dan manja istriselalu meminta didongengkan cerita untuk mengantar tidurnya.

Begitulah istri saya, sering tidak melihat situasi. Sayamasih cooling down dari panas nya emosi didada karena menahan amarah, dia sudah keluar manjanyasambil cengar – cengir merayu minta didongengkan cerita supaya lekas mengantuk.

Hikmahnya, perselisihan memang akhirnya mereda. Namunsaya mendongeng sambil dihati nahan sebel, nahan ketawa juga. Orang masih emosimalah disuruh cerita. Mendongeng-pun tetap berjalan, tapi dengan suara sedikitcemberut. Dan istri saya memang pantangmenyerah, jika dari kejauhan dia merasakan intonasi suara cerita saya masih denganmenahan sebel, dia gak akan berhenti menggoda sampai saya bisa tertawa.Oh,..istriku..
Lagi – lagi demi cinta.

“Mama gak bisa tidur, kalo papa gak terus bercerita”.

Saya masih ingat saat pertama kali istri mengucapkan kalimat permintaannya itu penuhmanja melalui telepon genggamnya. Suami mana yang akan membiarkan suasana penuhkeakraban seperti itu lenyap begitu saja. Meskipun, dulu saat pertama kalimelakukannya saya sempat kehabisan bahan cerita dan senewen sendiri karenamerasa tidak mampu memenuhi permintaan sederhana seorang istri.

“Papa bingung mau cerita apalagi ma,..abisnya udahkehabisan cerita, mama kok gak ngantuk-ngantuk sih?”, jawaban saya saat pertamakali itu.

Tapi kini kondisi semacam itu sudah tidak pernah terjadilagi. Saya punya cara ampuh mengatasinya. Untung ada mbah google.

Malam itu seperti biasa kami melepas kangen dengan videocall. Ngobrol ngalor-ngidul saling menceritakan aktifitas seharian masing –masing. Dari masalah keluarga, teman, suadara hingga pekerjaan. Sampai akhirnyawaktu telah menunjukan saat untuk beristirahat, itu juga berarti tiba saat bagisaya memerankan tokoh pendongen untuk nya.

Kemudian kami berganti ke telepon seluler biasa. Karena jikaterus menggunakan video call, mata istri saya akan terus terpancing untukterbuka memandangi monitor camera, dan akhirnya gak akan lekas mengantuk.

Ada beberapa cerita yang saya sampaikan saat itu. Dari ceritaempat mahasiswa yang tidak jujur mengikuti ujian, hikayat tentang ashabul Kahfihingga kisah tentang seorang wartawan dengan uang sepuluh ribu nya. Sampai ketigacerita tersebut, saya mendengar suara nya masih terdengar segar dari seberangsana. Hmm,..ternyata saya belum berhasil membuatnya mengantuk. Kemudian dongengsaya lanjutkan kembali dengan kisah tikus mencuri sepotong makanan. Istri sayamenyimak dengan antusias. Saya tau tujuannya, supaya dia lekas beranjak mengantuk.Mungkin jiwanya sudah lelah, tapi mata masih sulit untuk terpejam.

“Cerita lagi Pa,..”, istri saya meminta.

Kemudian saya mulai melanjutkan dongeng cerita lainnya.

“Suatu hari, seekor tikus sedang mencari makan di sebuhgudang yang gelap milik keluarga petani. Dia mendapati sepotong makanan sedapyang siap disantap. Namun sayangnya, santapan tersebut diletakan pada sebuahjebakan tikus yang dapat menghancurkan tubuhnya dalam sekajap saja”.

Istri saya masih menyimak.

“Merasa cemas dengan jebakan tersebut, tikus lalu menemuiayam dan menceritakan kondisi tersebut. Si tikus juga mengingatkan agar ayamberhati – hati jika memasuki gudang”

“Namun sayangnya, si ayam justru merasa sombong dan menjawabperingatan si tikus dengan angkuh. Bahwa dirinya tidak terganggu dengan jebakanitu. Malah sebaliknya, dia menduga, ini akal – akalan si tikus untuk memintabantuannya”.

“Terus pa,…”, pinta istri saya penasaran.

“tidak puas dengan jawaban si ayam, tikus kemudianmenemui kambing. Dan menceritakan hal yang sama. Lagi – lagi tikus mendapatkanjawaban yang tidak mengenakan hatinya. Bahkan kambing menyuruhnya untuk berdoasaja, agar makanan itu terlepas dari jebakan nya”.

“kasihan si tikus ya Pa,..gak ada yang mau nolongin”,ujar istri saya. Suaranya masih terdengar segar.
“kesal dengan jawaban dari kambing, tikus lantas menemuisapi untuk menyampaikan hal serupa. Dan lagi – lagi, tikus mendapatkan jawabanyang sama. Kali ini tikus mendapatkan penegasan dari sapi bahwa jebakan sekecilitu tidak akan berarti apa-apa bagi tubuhnya yang besar.”

“karena bosan tidak ada yang memperhatikan, kemudiantikus itu pergi meninggalkan gudang dan mencari makan ditempat yang lain”.

Saya sudah sampai pada separuh cerita nya.

“sudah ngantuk sayang ?”, Tanya saya pada sang istri.

Dari seberang sana, istri saya tidak menjawab. Ahh mungkindia sudah tertidur. Saya coba pastikan dengan menanyakan kembali.

“Belum pa,..lanjutin pa ceritanya,..”.
Tiba- tiba terdengar suaranya menjawab. Upss,..ternyatamasih melek.

Saya kembali bercerita.

“Saat tengah malam tiba, terdengar suara keras. Jebakan tikusitu ternyata telah mengenai mangsanya. Mendengar suara tersebut, istri sangpetani langsung menuju gudang untuk memastikan. Namun karena ruangan yanggelap, istri petani tersebut tidak menyadari bahwa yang terperangkap dalamjebakan itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu lalu menggigitnya. Istri petanipun menjerit-jerit kesakitan”.

“Mendengar terikan istrinya itu, sang petani segeraberlari menuju gudang. Dan benar saja, ia menemukan istrinya sudah pingsankarena gigitan ular tadi. Kemudian ia segera melarikan istrinya untuk berobatmalam itu juga”.

“Esok paginya, tubuh istri mulai demam. Maka petani itumemutuskan untuk menyembelih ayam untuk dibuat sup kesukaan istrinya”.

“Namun, hingga berhari – hari istrinya belum juga kunjungsembuh. Dan makin banyak tetangga yang menunggui nya. Kemudian, sang petani menyembelihkambing untuk dibuat hidangan bagi para tetangga yang bergantian menjengukistri nya yang terbaring lemah”.

“Setelah lebih dari seminggu sakit, sang istri akhirnyameninggal dunia. Banyak sekali orang yang hadir di pemakamannya. Akhirnya,petani itu memutuskan untuk menyembelih satu – satunya sapi miliknya. Daging sapiitu pun dibuat aneka masakan sebagai hidangan bagi para tamu yang telah hadirdi pemakaman istrinya”.

Sampai juga saya pada akhir cerita. Dan seperti biasanya,saya akan menyampaikan pada sang istri tentang hikmah dari dongeng yang sayaceritakan.

“Hidup adalah sebuah perputaran atau yang biasa disebutsiklus Quantum. Masalah dan ancaman yang diderita oleh orang lain, dapatmenjadi rantai yang akhirnya menimpa diri kita. Maka nya ya mama sayang,..kitaharus selalu membuka tangan lebar – lebar dan memberikan bantuan pada sesama yasayang,..?”, Tanya saya mengakhiri dongeng.

Istri saya tidak menjawab. Alhamdulillah,..akhirnyatertidur juga. Saya bahagia.

Untuk memastikan, saya kembali memanggil untuk kedua danketiga kali nya. Dan masih belum ada jawaban. Nampaknya istri saya sudah tertidur pulas. Sayamerasa senang bisa membahagiakannya. Ada kebanggan tersendiri saat kita sedangbercerita, dan istri kita ternyata tertidur dan membiarkan kita bercerita sorangdiri. Tidak mengapa, toh kebahagiaan adalah segalanya, saat kita mampumenyenangkan orang yang kita cintai. Berperan layaknya orang gila denganmonolog sendiri sekalipun, harus rela kita lakoni.

Seperti biasa, untuk mengakhiri telepon saya akanmengucapkan kalimat penutup. Meskipun saya tau jika itu tidak terdengar oleh istri saya yangsedang tidur, namun saya yakin di bawah alam sadarnya akan memupuk perasaancinta atas apa yang saya ucapkan.

Jika tidur bersama, saya malah selalu membisikan doa menjelangtidur dan membacakan ayat kursi bergantian pada kedua telinga nya. Sertamenyampaikan harapan agar kami menjadi keluarga yang rukun, damai dan barokahhingga kemudian saya lanjutkan dengan ciuman dikeningnya. Dan saya meyakini itubekerja di alam bawah sadarnya.

“Ya sudah,..mama met istirahat ya sayang. Papa sangatmencintai mama dan anak-anak kita. Assalamu’alaikum”. Saya berbicara sendiri.

“I love,..”. Kalimat saya tiba – tiba tertahan.

Diseberang sana, tiba – tiba terdengar suara istri sayaterbatuk. Saya kaget. Suaranya parau berat.

“Lho..daritadi mama belum tidur,..??”, saya bertanya.

“Eengg,..hmm,..belum. Anu,..keseleg pa,..”, jawabnyadengan suara masih berat dan meyakinkan.

Saya membatin, memang apa hubungannya tidur dengan keseleg.

“Mama belum tidur kok. Cuma keseleg aja,..”, lanjutnyaterus meyakinkan. Saya masih bingung.

Mungkin dia takut mengecewakan karena telah membiarkan sayabercerita sendirian. Atau, mungkin jugadia masih berharap agar saya tidak buru-buru mengakhiri telpon karena dia masihingin mendengarkan suara saya guna menemaninyamalam itu.

“Beneran mama belum tertidur sayang,..?” kembali sayabertanya.

“Belum papa sayaaaaaaaang”, jawabnya manja. Dan kali iniagak linglung.

Saya tersenyum simpul. Dan memberinya sebuah pertanyaan.

“Kalo belum tidur,..jadi siapa tadi yang terakhirdisembelih?”, Tanya saya sambil tersenyum.

Dan benar saja, sepertinya istri saya kaget dan panik. Namunsuaranya tetap saja berusaha meyakinkan bahwa sedari tadi dia belum tertidur. Kemudiandia menjawab lantang dan penuh keyakinan.

“Eemmh,..yang disembelih itu anak nya Nabi Nuh,..ehsalah,..anak nya Nabi Ibrahim kan Paaa,..?!!”,jawabnya.

Tiba – tiba saja saya tertawa terbahak.

“Udah ma,..tidur lagi sana. Papa cerita tikus, ayam,kambing sama sapi. Mama jawabnya sampe ke Nabi Nuh sama NabiIbrahim,..hahahahaha”, saya melanjutkan tertawa.

Istri saya ikut cengar – cengir, dan melanjutkanucapannya. Dengan penuh percaya diri, dia balik bertanya.

“Papa tau gak,..barusan mama mimpi apa,..???” tanya nyatanpa rasa berdosa.

Lhaaaa,…baru aja gak mengakui kalo udah tidur, sekarangmalah suruh nebak dia abis mimpi apa.

“Mamaaaaaa,…ayo tidur!!”, potong saya sambil terustertawa.

SELALU ADA HIKMAH DI BALIK MUSIBAH

Posted in Ide Dan Gagasan on Juli 5, 2015 by radityariefananda

martunis-anak-korban-tsunami-gabung-akademi-sporting-lisbon

Bencana dahsyat tsunami Aceh tahun 2004 lalu membawa berkah tak terhingga bagi seorang anak bernama Martunis. Tak hanya diangkat jadi anak angkat pesepakbola terkenal Cristiano Ronaldo, Martunis akhirnya bisa masuk salah satu akademi klub sepak bola ternama Eropa, Sporting Lisbon. Klub sepak bola yang menjadikan Ronaldo lahir sebagai bintang lapanngan hijau itu sudah memperkenalkan secara resmi Martunis ke publik Portugal pada 1 Juli lalu.

Martunis memang menjadi sorotan di negara Portugal setelah dirinya mendapat kunjungan dari Ronaldo tepat setelah bencana Tsunami yang menimpa kota Aceh pada tahun 2004 silam. Dirinya yang saat itu masih berusia 8 tahun kemudian diangkat sebagai anak oleh kapten tim nasional Portugal itu.

Saya tidak mengenal Martunis, namun menonton video sambutannya saja, membuat diri ini berdecak kagum dan bangga. Dengan dialek Bahasa Indonesia yang kental, dunia Internasional memberinya tepuk tangan hangat. Dia tidak terkenal di Indonesia, namun dunia menyambutnya. Sebelumnya, masyarakat kita pun belum pernah mendengar nama nya, namun kini dia memiliki kesempatan mengharumkan bangsa kita.

Lebih kagum lagi terhadap Cristiano Ronaldo. Betapa tidak, Alasan dia mengangkat Martunis sebagai anak hanya karena melihat Martunis yang saat itu masih bocah ingusan sedang menggunakan jersey kebesaran Portuga dalam suatu tayangan bencana tsunami Aceh. Sederhana.

Kini Martunis sudah bertolak ke Portugal meninggalkan kota kelahirannya Aceh pada hari Minggu (28/6) kemarin. Pemuda berusia 18 tahun tersebut akan mendapatkan pendidikan sepak bola dari Sporting Lisbon.

Kisah lainnya,..
Sepupu saya sendiri, saat bencana tsunami tersebut terjadi sedang menyelesaikan skripsinya di Aceh. Memang sebagian saudara dari bapak saya yang memiliki darah keturunan Aceh, banyak yang masih menetap di sana, meskipun sebagian lainnya sudah banyak yang merantau ke tanah jawa. Dan keberadaan mereka disana itu menjadi salah satu alasan mengapa sepupu saya tersebut ingin mengambil studi sarjana nya di Aceh. Kurang lebih empat tahun sebelumnya, ia tinggal bersama saya di Sukabumi Jawa Barat.

Pasca bencana tersebut terjadi, kami kehilangan lima belas saudara yag menjadi korban dalam musibah tersebut. Sepupu saya sendiri kemudian aktif menjadi relawan di salah satu lembaga internasional yang hadir memberikan bantuan sosial kepada para korban bencana di sana.

Tak ayal,..berjalannya waktu pasca pemulihan bencana dan rekonstruksi pembangunan Aceh mulai berjalan serta situasi sudah mulai membaik, sepupu saya tersebut direkrut untuk bekerja disalah satu perusahaan tambang internasional ternama yang menjadi donator lembaga sosial tersebut.

Dan kini di tahun 2015, sepupu saya itu masih loyal bekerja di perusahaan tersebut. Gaji perbulannya cukup fantastis, dan wajib disyukuri. Ya setidaknya,..dari penghasilannya tersebut dia sudah mampu membahagiakan kebutuhan orang tua dan saudara-saudaranya yang masih kekurangan. Ini bagian dari kebaikan suatu hikmah.

Hmmm,…memang tanpa kita sadari, Allah selalu hadir dalam kondisi apapun. Meskipun itu adalah situasi musibah yang sangat memilukan sekalipun, Rahmat dan Kasih Sayang nya selalu berada di dekat kita.

Dan kita sebagai manusia, hanya diminta untuk sepintar-pintarnya mencari hikmah dari setiap peristiwa.
Saya sendiri,..sedang terus belajar mencari hikmah,…

“Kan,..ada Allah, mas”

Posted in Pengalaman Pribadi on Juli 2, 2015 by radityariefananda

keep-calm-because-allah-is-always-with-you-6

Malam tadi saya sengaja berjalan kaki menyusuri Jalan Prapanca Jakarta Selatan menuju kawasan Blok-M. Rencana mau beli headset untuk mendengarkan music di kamar. Jam ditangan sudah menunjukkan hampir jam setengah sepuluh malam.

Meskipun ini Jakarta, angkutan umum sudah sangat jarang melintas menuju Blok-M di jalan ini, kecuali ojeg dan taxi.

Sebaliknya, dijalur yang berseberangan, dari arah Blok-M menuju Cipete, kebak bulus dan lainnya, Kopaja dan Metromini masih sangat ramai berseliweran.

Separuh perjalanan berjalan kaki, saya melintasi seorang wanita berkerudung yang saya duga sedang menantikan angkot untuk menuju Blok-M. Paras nya cantik. Saya memperhatikannya sambil lalu.

Sekitar lebih dari dua ratus meter setelah saya melaluinya, saya coba menoleh ke arah tempat wanita tadi berdiri. Ternyata dia mulai berjalan searah dengan yang saya tuju. Saya menghentikan langkah.

Wanita berkerudung dengan tinggi sebahu saya tersebut, mulai mendekat ke arah saya. Dan saat tepat mau melintas di hadapan, saya mencoba membuka pembicaraan untuk berkenalan.

“Mau ke Blok-M ya mbak? Apa masih ada angkot jam segini?”, modus.

Saya sebenarnya sudah tau bahwa di jam-jam seperti itu sudah jarang sekali Kopaja dan Metromini melintas menuju Blok-M. Hanya sekedar basa-basi, basi aja menanyakan tentang angkot.

“Mas nya mau ke Blok-M juga?” Tanya nya.

Baguuusss,..! Partanyaan yang saya tunggu.

“Iya. Ya udah kalo gitu kita bareng aja jalan kaki supaya ada teman ngobrol”.

Tanpa meminta persetujuan, saya buat nota kesepahaman tanpa MoU. Niat baik emang selalu bersambut baik.

Panggilannya Novem, diambil dari kata November. Nama lengkapnya “Novemia”.

“Oooh,..pasti lahirnya bulan Agustus ya?”, saya mencoba membuat joke ringan.

“Ngawur mas ini,..ya bulan Juli lah. Hahaha,…Ya,..November dong,..nama nya aja Novemia”. Jawabnya.

Kami tertawa kecil bersama sambil melintasi penyeberangan jalan di bawah flyover yang berada di atas Jalan Prapanca.

“saya Raditya,..”, menutup tawa.

Dari beberapa pertanyaan yang saya sampaikan, akhirnya dia menjelaskan bahwa dia baru saja pulang kerja di butik yang berada di kawasan Kemang. Jam kerjanya memang menuntut untuk pulang selarut itu. Dan ini bukan yang pertama kali dia berjalan sendirian dikawasan prapanca yang relatif tidak seramai jalan lainnya di Jakarta.

Ternyata, dia baru tiga bulan bekerja di butik tersebut.

“kalo boleh tau,, berapa salary yang mbak dapatkan per bulan nya?”. Kembali saya mengajukan pertanyaan.

“Gak banyak kok mas untuk kerja part time bagi para mahasiswa seperti kami. Sekitar satu jutaan lebih dikit”, jawabnya.

Setelah menjawab rentetan pertanyaan lain yang saya sampaikan, akhirnya saya mengetahui bahwa saat ini dia sedang menyelesaikan skripsinya di Fakultas Manajemen Universitas Budi Luhur. Dan penghasilannya tersebut, sepenuhnya untuk menambahi biaya skripsi nya. Wow!

“Memang orang tua mu sekarang dimana? Udah gak menanggung biaya kuliah mu lagi ?” kembali saya bertanya.

“Ada.masih lengkap..bahkan mereka masih aktif berdinas disalah satu instansi di Jakarta?” jawabnya.

“oh ya? Dimana?”, saya mulai penasaran.

“Di Kepolisian Daerah”, jawabnya.

Saya menelan ludah.

Kami terus berjalan menyusuri jalan prapanca. banyak hal – hal ringan yang kami perbincangkan. Mulai dari wilayah – wilayah di jakarta hingga masalah pekerjaan dan keluarga.

Saya teringat ucapan seorang sahabat yang saat ini menjabat sebagai salah satu Product Manager di Salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia.

Bahwa sesungguhnya komunikasi itu bersifat responsif. Saat kita terbuka,maka lawan bicara kita akan terbuka juga. Saat kita merespon baik, makan akan mendapatkan respon yang baik juga.

Dan terlebih penting, komunikasi itu perlu ada nya “klik”.
Jika komunikasi diibaratkan sebuah handy talky, dia harus berada di frekuensi gelombang yang sama untuk dapat menciptakan komunikasi yang baik. inilah yang disebut dengan “KLIK”.

Kemudian dia menceritakan, bahwa kedua orang tua nya memang mengijinkannya untuk belajar mandiri dengan mencari pekerjaan paruh waktu asalkan tidak mengganggu aktifitas kuliah nya. Apalagi dia anak pertama. Termasuk mengijinkannya pulang larut malam jika harus bekerja melewati batas waktu yang ditentukan.

“Apa cita-cita mu mbak Novem?”, mendadak aku bertanya tentang masa depan.

Dan benar saja. Dia kaget.

“Haah? Cita-Cita?? Apa yach,..?”, jawabnya.

Terkadang memang kita sendiri tidak mengetahui apa yang menjadi cita – cita dan harapan kita. Padahal menurut saya itu perlu sekali untuk kita mengukur kemampuan kita, untuk bercerita ke banyak orang, untuk memintakan doa.

Dan saya sendiri sesungguh nya sering menanyakan hal seperti itu pada banyak orang bukan untuk keperluan “kepo”, tapi karena ingin ikut mendoakan harapan setiap orang yang saya tanyakan.

“Oke,..saya sederhanakan deh pertanyaan nya. Apa yang mbak Novem ingin wujudkan dalam waktu paling dekat dari sekarang ?”,saya melanjutkan.

“OOooh,..hmm,..saya pengen selesai kuliah dengan hasil Cum Laude, lalu bekerja di Bursa Efek Jakarta”

Dia akhirnya mampu menjawab.

“fine,..saya turut berdoa ya mbak novem, semoga bisa segera lulus kuliah dengan predikat cumlaude dan mendapatkan perkerjaan di BEJ seperti yang diinginkan..amin”, sahut saya.

“Mas sendiri kerja dimana?” dia mulai bertanya.

Saya coba memberikan penjelasan bahwa saat ini saya sedang free dan fokus untuk membangun sebuah usaha yang bergerak dibidang promosi digital bersama seorang teman.

Saya sampaikan pula bahwa sebelumnya, saya bekerja di perusahaan farmasi dan terakhir bertugas di Denpasar. Per februari 2015 kemrin saya memutuskan untuk resign dan pindah ke Jakarta. Dia mengangguk.

“Wahh,..sayang sekali ya mas resign”, ucapnya.

“Life is a choice mbak,..”, jawab saya.

“oh ya,..tolong doakan semoga usaha promosi digital saya bisa sukses dan berkembang ya mbak,..”, pinta saya.

“Amiin,..insyaAllah sukses mas,..”, jawabnya mengamini.

Tidak terasa Blok-M sudah beberapa meter di depan kami.

Dan saya sampaikan bahwa tujuan saya akan berbelok ke sebelah kiri menuju pusat penjualan barang elektronik yang masih buka hingga larut malam. Sedangkan dia akan menuju ke pintu keluar angkutan umum mencari trayek tujuan Ciledug.

“ngomong – ngomong,..kok gak takut tadi nunggu angkot sendirian di pinggir jalan yang sepi and gelap ?” saya bertanya lagi.

“Ya enggak lah mas,..kan ada Allah”, jawabnya singkat.

“Ohh iya ya,..ada Allah. Okey deh take care ya sampai di rumah,..and sukses selalu buat mbak Novem ya,..”.

Saya sedikit tersenyum.
Dan kami pun berlalu….

Blok-M, 1 Jui 2015

Pak Simon : “Jangan menyerah untuk meminta sama Tuhan” (Secirity, 70 Tahun)

Posted in Pengalaman Pribadi on Juni 28, 2015 by radityariefananda

Begitu kalimat yang sedari tadi dia ucapkan. Dia berbeda keyakinan dengan saya. Meski demikian, buat saya nasehat baik akan selalu saya ambil entah dari siapapun sumbernya. Bukankah meskipun itu keluarnya dari pantat ayam, jika yang keluar adalah telur maka harus kita ambil dan kita nikmati protein nya?. Kecuali telur busuk!. Begitu juga dengan nasehat.

Beliau adalah seorang satpam renta yag sudah dua puluhan tahun mengabdikan diri menjadi satpam. Dari majikan satu pindah ke majikan lainnya. Rambutnya sudah putih beruban, namun pengalaman nya gak ikut mati seperti jaringan sel – sel pada rambutnya. Selama puluhan tahun itu, dia juga menikmati gaji nya yang gak lebih dari kepala dua.
“Yang penting beras selalu ada di rumah supaya anak dan cucu saya gak kelaparan, itu sudah cukup buat saya, Mas Radit,..”, begitu prinsipnya.

Beliau sudah saya anggap seperti orang tua sendiri. Nasehatnya adalah nasehat penuh dengan perhatian layaknya orang tua. Dan sore ini dia banyak memberikan nasehat tentang semangat dan doa.
“Kalo minta sama Tuhan itu jangan menyerah, sekali belum dikasih, minta aja terus. Pasti nanti dikasih. Masa sih gak dikasih, Tuhan kan Maha Baik”, dia mulai berucap.

Saya sangat setuju dengan ucapannya. Mana mungkin Tuhan yang Maha Pengasih gak memberi apa yang kita minta. Apalagi Dia Maha Punya Pemilik Segalanya. Meskipun Dia akan memberikan dengan Cara-Nya, tapi tetap lah meminta jangan menyerah. Meminta sama sesama makhluk aja pasti dikasih, asalkan dengan cara yang baik, masa sama Pemilik Segala gak dikasih, asalkan dengan cara yang lebih baik pula.

Gimana sih cara yang baik itu?
Dalam pikiran sepengetahuan saya (dan yang selalu saya praktekan), ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminta pada-Nya saat berdo’a. mulai dari menjaga kebersihan diri, pakaian yang rapih dan wangi, penampilan yang sopan, berbicara dalam doa yang lembut, mohon ampunan nya terlebih dahulu, memuji-muji Nya terlebih dahulu, berpikir positif terhadap yang kita mintai, jangan menyerah hingga akhirnya mintalah dalam doa kita secara detail,..! ya,..detail,..!

Kita sering lupa menyebutkan doa kita secara detail. Ya detail waktunya, detail cara nya dan detail dalam mengupayakannya.
“Ya Tuhan, wujudkan keinginan hamba untuk memiliki rumah, amin”

Kita terkadang lupa menyebutkan waktunya
“Ya Tuhan,..wujudkan keinginan hamba untuk membeli rumah di awal tahun 2016 esok. Tunjukilah hamba jalan nya, kuatkanlah keyakinan hamba mewujudkan impian itu. Amiin”.

Malah ada yang lebih parah, temen saya yang preman dan pemabuk ngotot kalo berdoa cukup dengan kalimat “Ya Tuhan,..Engkau Tau sendiri lah keinginan hamba,..karena Engkau Maha Tau, amin.” Gitu thok.
“Tuhan kan Maha Tau,ngapain kita sebutin kemauan kita”, begitu jawabnya ngeyel.

Lalu, bagaimana jika semua rukun berdoa sudah kita penuhi namun ternyata doa kita masih belum terwujudkan?
Ya kalo gitu balik lagi ke nasehat Pak Simon “Jangan menyerah,..terus meminta”.

Namun ada kala nya kita harus memahami, Tuhan Yang Maha Mengetahui, Dia Tau bahwa yang kita minta itu apa sudah pantas dan baik kah untuk diri kita sendiri. Jika memang tidak baik atau belum pantas, jangan jengkel kalo Dia memberikan yang menurut-Nya justru lebih baik buat kita. Dan kita hanya harus meyakini bahwa pemberian-Nya memang pantas dan baik untuk kita.

Dari mana kita mengetahui hal itu?
Dari tiap detik yag kita lewati. Kalau dengan yang kita miliki, tiap detik nya kita merasa tenang barokah dan membahagiakan, itu pasti pemberian yang menurut Nya pas dan baik buat kita. Jika kita merasakan sebaliknya, maka itu pasti belum pas dan pantas buat kita.

Namun, perlu diingat bahwa semua yang dariNya adalah pemberian baik. Karena Tuhan tidak pernah memberikan keburukan. Keburukan bukan lah sifat Tuhan. Sekali lagi, mungkin kita belum pantas saja menerika kebaikan yang diberikan oleh Nya, sehingga kita tidak mampu amanah atas pemberian tersebut.
Kemudian, bagaimana cara Tuhan mengabulkan doa-doa kita?? Apa ya kita minta rumah akan ujug – ujug diberikan rumah seperti dalam film Aladin?? Tentulah tidak.

Saat kita berdoa dengan khusyu, hati kita akan menjadi damai.
Dengan hati yang damai, pikiran kita pun akan menjadi tenang.
Bukankah dengan hati yang damai dan pikiran yang tenang, kita mampu berpikir logis dan penuh dengan semangat dan keyakinan??

Saat pikiran kita tenang dengan perasaan hati yang damai, akan terwujud sikap yang benar. Mampu mengambil tindakan yang baik dan terarah, fokus dan tau strategi.
Dan bukan kah dengan kondisi semua itu, kita akan penuh semangat dan makin kuat keyakinan untuk terus mendekatkan usaha pada impian? Dengan semangat dan fokus, bukankah kita akan menjadi manusia yang kuat berusaha secara maksimal dan pantang menyerah?

Hingga akhirnya, dengan usaha yang maksimal untuk mendekatkan pada impian dalam doa kita akan membuah kan hasil seperti yang kita inginkan.
Dan begitulah sebagian cara Tuhan mengabulkan doa kita.

Jangan lupa, kita butuh doa juga dari banyak orang lain yang ada disekitar kita untuk membantu mewujudkan apa yang menjadi impian kita. Bang Ippho Santosa menyebut dalam bukunya dengan istilah melebarkan sayap impian. Percaya deh, saya sudah pernah melakukan itu terhadap apa yang menjadi impian saya.
Bercerita ke banyak orang atas apa yang kita inginkan, monta doa kepada mereka dalam setiap cerita kita, terbukti ampuh membantu percepatan doa kita.

Coba deh, saat ngobrol di warung kopi, basa basi ceritakan apa yang jadi impian kita, mintalah doa dari orang tersebut. Ketemu orang di dalam bus, ceritakan apa yang jadi impian kita, dan minta doa nya. Ketemu calon mertua, ceritakan apa yang jadi cita-cita dalam doa kita, dan mintalah pula doa nya. Saat ditilang polisi karena melanggar peraturan lalu lintas, sambil menunjukkan surat-surat kendaraan ceritakan juga apa yang menjadi harapan doa kita, lalu minta juga doa nya. Kalo bisa minta damai sekalian, sambil mengiba,..
”pak anak kos pak,..belum bayar kos pak,..motor pinjaman pak,..damai ya pak,..”

Melebarkan sayap impian terbukti ampuh…!
Thanks Bang Ippho Santosa & Tim Khalifah,..!

Namun, bagaimana kalau dari semua proses itu masih saja impian doa kita belum diwujudkan?
Ya kembali aja diingat nasehat baik dari Pak Simon,..
”Jangan menyerah dalam meminta kepada-Nya,..”

Harta, Sukses dan Cinta

Posted in Cerita on Juni 27, 2015 by radityariefananda

Pada suatu hari ada seorang istri ditinggal pergi oleh suaminya untuk urusan pekerjaan. Suaminya minta agar istrinya jangan menerima tamu selagi dia tidak dirumah. Istrinya berjanji akan patuh. Benarlah, Sehari setelah suaminya pergi, dia kedatangan tamu. Tiga orang pria tua. Ketiga pria itu nampak lelah dalam perjalanan. Mereka ingin mampir dirumah wanita itu untuk istirahat atau minum melepas dahaga. Tapi wanita itu ingat akan pesan suaminya. Dia menolak. Para pria itu memaklumi.

Setelah suaminya datang kerumah. Ketiga pria itu datang lagi bertamu. Wanita itu minta agar mereka menanti diluar rumah sampai dia mendapatkan izin dari suaminya. Didepan pintu rumah, suaminya bertanya nama ketiga pria itu. Ketiga pria itu menyebut dirinya masing masing. Yang pertama bernama Harta. Kedua , bernama Sukses. Ketiga bernama Cinta. Setelah memperhatikan wajah ketiga pria itu yang nampak bercahaya, suaminya mengizinkan agar mereka semua bisa masuk kedalam rumah. Tapi salah satu mereka berkata bahwa mereka tidak bisa masuk bersama sama.

“Mengapa kalian tidak bisa masuk bersama sama ?” tanya suami itu.
Ya karena begitulah kehendak mereka.

Suami dan istri berunding untuk memastikan siapa yang harus masuk lebih dulu. Suami inginkan harta masuk lebih dulu. Karena suaminya percaya bahwa dengan harta semua bisa didapat. Tapi akan lebih mudah melipat gandakan harta bila ada sukses. Mendadak suaminya berubah pikiran. Dia inginkan Sukses masuk dulu kedalam rumah. Tapi istrinya menolak.

Istrinya inginkan cinta masuk lebih dulu kedalam rumah. Cinta lebih penting. Karena dia merasa bahagia hidup bersama suaminya karena ada cinta.
“Ya cinta , silahkan masuk lebih dulu”. Demikian suaminya mengalah akan kehendak istrinya.

Namun ketika Cinta dipersilahkan masuk, Harta dan kesuksesan ternyata juga ikut masuk.
Suami-isteri itu nampak bingung. Bukankah tadi mereka sudah mengatakan bahwa mereka hanya bisa masuk satu persatu. Tapi mengapa kini bertiga harus masuk bersama sama. Tanya mereka dalam batin masing – masing dengan penuh heran.

Ya. Salah satu mereka berkata, jika kalian memanggil selain cinta maka harta dan sukses akan masuk sendiri sendiri. Tapi bila kalian mengharapkan Cinta masuk lebih dulu maka harta dan kesuksesan akan ikut bersama sama. Karena cintalah yang menciptakan harta dan kesuksesan. Kemanapun cinta pergi, harta dan kesuksesan selalu menyertai. Harta dan kesuksesan tak ada arti tanpa cinta. Berkat cintalah perbedaan sikap karena harta dapat diredam, Karena cintalah kesuksesan menjadi bermakna bagi semua pasangan. Karena cintalah semua yang datang terangkai begitu indahnya hingga kita tak pernah berhenti mensyukuri kehidupan ini.

Suami isteri itu nampak termenung.
“Katakan dengan singkat, apa makna cinta sesungguhnya ?” Tanya sang suami.
“Cinta adalah cinta. Bukan soal memberi atau menerima tapi keikhlasan untuk melewati hidup dengan apa adanya. Karena cinta, hal yang sempit menjadi lapang, yang sulit menjadi mudah, yang gelap menjadi terang , yang keras menjadi lembut, yang pahit menjadi manis, yang keruh menjadi bening dan lebih daripada itu cinta membuat segala hal menjadi bermakna dan tak membosankan. CInta adalah roh kehidupan.” jawab si-Cinta.

Tanpa cinta, harta akan mudah pergi meninggalkan kita. Tanpa Cinta, kesuksesan akan ringan melangkah jauh pergi tanpa alasan.
Berapa banyak wanita atau pria mapan, kaya dan sukses dengan sekejap meninggalkan pasangannya tanpa alasan? karena sejak awal memang tidak ada cinta di jiwa pria dan wanita itu terhadap pasangan mereka tersebut.

So,..where is the love?!

PRIA GAGAL & KEGAGALAN PRIA

Posted in Ide Dan Gagasan on Juni 26, 2015 by radityariefananda

pria gagal
Kali ini saya mau berbicara tentang laki – laki,…
Ya,..tentang seorang pria

Ada kalanya kita mendengar, jika seorang laki –laki sukses dengan jabatannya sebagai direktur disebuah perusahaan dengan ribuan karyawan, namun jika di rumahnya dia gagal membina rumah tangga maka dapat dikatakan bahwa dia telah “GAGAL menjadi SEORANG PRIA”

Dicerita yang lain, jika ada seorang laki – laki yang kebetulan bekerja sebagai nahkoda dengan pengalaman yang mumpuni menaklukan badai dan gelombang samudera sehingga dengan pengalamannya yang sarat tersebut mampu menghasilkan pundi – pundi materi yang luar biasa, namun juga jika gagal dalam membawa bahtera rumah tangga menuju tanah impian sebagai keluarga yang sakinah ma wadah wa rahmah, nahkoda tersebut juga sering diberi predikat sebagai “PRIA yang GAGAL”

Kemudian cerita lainnya, ada pula seorang ustadz yang mumpuni, ceramah dan tausiyah nya dinantikan oleh ribuan umat yang haus akan nasehat baiknya, namun ketika di rumah dia tidak berhasil menjadikan anggota keluarga nya seperti jama’ahnya yang khusyu’ mendengarkan khotbah nya, dia pun dianggap layak menyandang “PRIA GAGAL”.

Saya kok merasa miris dengan penilaian tersebut.
Dengan ketiga pandangan diatas.
Segampang itu kah kaum pria mendapatkan predikat sebagai PRIA yang GAGAL?? Rasa nya kok tidak fair,.! Kasian banget,..!

Seorang pria dengan suratan takdir ditangan nya sebagai “arrijalu qowwamuna ‘alan nisa” (“laki – laki adalah pemimpin bagi kaum wanita”), masa iya sih segampang itu dijuluki sebagai pria gagal??

Sebagai seorang yang diberikan takdir untuk menjadi pemimpin atas kaum hawa (dan keturunan nya jika telah berkeluarga), logikanya tidak akan pernah membiarkan dirinya mendapatkan predikat sebagai pemimpin yang gagal. Pasti akan dilakukan berbagai macam daya dan upaya terlebih dahulu untuk membawa masa kepemimpinannya dalam kondisi yang dikatakan “berhasil”.

Ingat,..gak ada pemimpin yang mau disebut tidak berhasil, begitu juga tidak ada laki – laki yang serta – merta mau disebut gagal oleh pasangan atau keturunannya. Sekalipun dia memang pada kenyataannya gagal, dia akan berupaya mereduksi kegagalannya tersebut. Jadi, pantang bagi laki – laki untuk dikatakan gagal, dan atas dasar kepantangannya tersebut, dia akan melakukan berbagai upaya nya untuk berhasil.

Berdasarkan pemikiran saya itu, dari pada kita terjebak dalam kondisi hanya untuk memberikan penilaian terhadap pria semacam di atas, bukankah lebih bijak jika kita tidak berburuk sangka dulu. Bukankah lebih baik kita melihat lebih detail apa sih factor kegagalannya? Meneropong dengan kaca pembesar siapa yang mempengaruhi kegagalan tersebut? Atau mungkin perlu di ukur dengan barometer sekuat apa usaha nya untuk berhasil?

Karena, bisa saja sang direktur di atas memiliki partner kerja (baca:istri/anak) di rumah yang indisiplioner dan menentang sang pimpinan (baca:kepala rumah tangga), atau bisa jadi sang nahkoda tadi saat di rumah memiliki anak buah kapal (baca:istri/anak) yang tidak sejalan dan kompak dengan tuntunan haluan nya menuju pulau impian, dan terakhir siapa tau sang ustadz juga di rumah memiliki jama’ah (baca:istri/anak) yang keras hati, merasa lebih pandai hingga tertutup batin dan telinga mereka untuk mendengarkan nasehat baik yang keluar dari mulut si-ustadz tersebut…who knows??

Sebagai makhluk yang tidak bisa menolak untuk diberikan jabatan oleh Sang Khaliq untuk menjadi seorang pemimpin bagi kaum hawa dan keturunan nya kelak, pasti laki-laki juga sudah dibekali dengan kemampuan yang lebih dari makhluk lain nya. Dan saya pikir cuma laki – laki yang tidak waras saja yang tidak memanfaatkan kemampuan tersebut sebagai daya upayanya untuk menjadi berhasil. Apalagi jika mengingat watak dasar laki – laki yang enggan disebut sebagai pria gagal. Dia pasti akan berupaya penuh untuk menjadi pemimpin yang berhasil, begitu juga sebagai pemimpin di lingkup keluarganya.

Jadi menyandangkan predikat seperti ketiga contoh di atas, rasa nya kurang elok pemikiran kita terhadap laki – laki. Bahkan kesannya, tidak ada sedikitpun penghargaan yang diberikan atas upaya yang telah dilakukan seorang laki-laki dalam mencapai keberhasilannya. Tolok ukurnya terlalu simple : “Pokoknya, seberhasil apapun pria diluar rumah, jika rumah tangga nya berantakan, maka dia layak disebut “PRIA GAGAL”,..wow,..WTF!

Masih ingat kah kita dengan kisah Nabi Nuh as..? Segala upaya dia lakukan untuk menyadarkan kaum nya bahwa bencana besar akan datang. Kemudian atas dasar firman Tuhan-nya, dia menyiapkan bahtera yang akan di gunakan sebagai alat penyelamatan kaum nya serta berbagai macam makhluk lainnya.
Cacian dan makian selalu ia dapatkan selama proses pembuatan bahtera tersebut.

Hingga akhirnya bencana itu benar-benar terjadi. Seluruh pengikutnya mematuhi titahnya untuk berada dalam kapal, beserta berpasang-pasang hewan turut serta bersama mereka. Itulah kisah seorang pria yang berhasil dalam membuat bahtera dan terbukti benar firman yang tersampaikan lewat lisan nya.

Lalu, apa seluruh jerih upaya nya akan mendadak hancur lebur saat puteranya sendiri yang bernama Kan’an membangkang dan tidak mau turut serta bersama nya di dalam kapal?? Apakah kita akan dengan mudah memberikan predikat bagi nya sebagai “PRIA yagn GAGAL” saat ia berhasil membawa sebagian kaum nya tapi tidak berhasil menyelamatkan putera nya..??! ingat,..bahkan saat bencana sudah mulai terjadi, Nabi Nuh as masih memanggil-manggil puteranya tersebut untuk menaiki bahteranya agar selamat. Jadi,..siapa yang menjadi factor kesalahan disini? Nabi Nuh as sebagai PRIA yang GAGAL atau puteranya yang belum mendapatkan hidayah sehingga membangkang,..??

Oleh karena itu, menurut hemat pemikiran saya, menjadi seorang laki-laki itu gak mudah. Apalagi mejadi pemimpin bagi keluarga. Besar sekali tanggung jawabnya. Jika ada kegagalan, mungkin lebih bijaknya tidak serta merta menjudge bahwa si-fulan, si-falun, si-filun adalah “PRIA yang GAGAL”.lihat dulu factor-faktor kegagalannya.

Andaikan saya seorang hawa,..saya akan berusaha sekuat tenaga mensupport pasangan pria saya untuk menjadi berhasil. Baik dunia maupun akhirat. Sehingga jika di analogikan sebuah keluarga adalah sebuah tepukan tangan, bukankah tepuk tangan akan memiliki suara jika pasangan tangan lainnya juga bersedia ditepuk? Jika diibaratkan sebuah organogram perusahaan, bukan kah direktur akan menuntut yang dipimpinnya untuk disiplin dengan jobdis dan arahan pimpinan nya?. Andai dikatakan seperti sebuah bahtera, bukankah nahkoda akan meminta kekompakan dan persamaan visi para ABK-nya?. Dan terakhir,..jika keluarga diibaratkan seperti sebuah tausiyah, agar berarti dia tentu akan berhasil jika ada audiens yang khusyu’ mendengarkannya dalam hal ini jama’ah yang loyal dan haus akan kepatuhan. Masa mau ngomong sama tembok,..???
Tapi,..saya bersyukur menjadi seorang laki-laki,…

Kita mungkin tidak asing dengan kalimat bijak “Dibalik keberhasilan pria, pasti ada wanita di belakang nya”. Nah,..bukan kah sebagai wanita sebaiknya fokus mengacu ke situ saja? Konsentrasi memberhasilkan lelaki nya. Menjadi penyokong, pendorong, pendamping dan penasehat sepenuhnya seperti pepatah “wanita diciptakan dari tulang rusuk pria”. Menjadi bagian terpenting dalam keberhasilan pria. Tidak mudah menilai jelek terhadap pria, dan jangan mudah menyalahkan pria. Apalagi menyandangkan padanya sebagai “PRIA GAGAL”. Kalau bukan menjadi penyuport nya, lalu mau jadi apa? Hakim nya? Juri nya?,…

Ohh come on ladies,…! Jangan sampai suatu hari kalimat bijak diatas berubah menjadi “Dibalik keberhasilan pria, pasti ada pria juga di belakang nya”. Jauhkan lelaki mu dari predikat sebagai “PRIA GAGAL”,..kalian memiliki peran yang besar juga ladies,..!!

Moga tulisan ini di baca and dikomentari oleh om Mario Teguh, biar diberikan nasehat dan wejangan hehe,..salam super duper,..!

“Aku,..Melisa”

Posted in Pengalaman Pribadi on Juni 23, 2015 by radityariefananda

Panggil lah aku dengan itu
Aku bukan siapa-siapa
Dan aku juga biasa aja
Tidak seistimewa bunga rampak

Panggil lah aku dengan itu
Karena aku ya hanya diriku
Tak ada genggaman berkas lain
Tak juga bayangan Sir lain

Panggil lah aku dengan itu
Jiwaku akan datang menuju suara
Melangkah menderu ceria
Merangkul duka disudut mata

Panggil lah aku dengan itu
Jika malam menjelang kelam
Dingin ini akan menghangatkan
Semu,..namun menghapus luka

Panggil lah aku dengan itu
Ku kan berjalan dibarisan depan
Lantang mencuar di ujung mimbar
Menantang alam menerjang dera

Panggil lah aku dengan itu
Ada Maha Asa di pundak ku
Yang ku kejar meski berlari pelan
Namun keyakinan ini selalu kuat

Panggil lah aku dengan itu
Karena kubangga dengan jiwa ku
Karena kuyakin dengan marwahku
Karena ku kuat dengan deritaku
Meski terjal ku lalui,..
Tapi,..
Tetap sebutlah namaku,..
Meski lirih kan merasuk jiwaku,..

Yeaaah,..karena
Aku,..Melisa,..

Denpasar, 24 Oktober 2014

#ditulis ulang dari cerpen.net#

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: