KEMBALI KE TITIK NOL

Posted in Pengalaman Pribadi on Mei 22, 2015 by radityariefananda

“Saat lo merasa sudah tidak ada cara untuk merombak gubuk yang hampir roboh, bakar dan robohkan sekalian itu satu- satu nya jalan terkahir”

Setidaknya itu yang gue lakuin sejak beberapa bulan ini. Merobohkan, menghancurkan, meninggalkan dan banyak lagi kata yang sekliranya tepat untuk menggambarkan ketidak-bertanggungjawaban gue terhadap kehidupan yang gue lalui.

Yeah,..kehidupan yang gue rusak sendiri sejak beberapa bulan lalu. Hmm,..oktober 2014 rasanya bulan yang gue inget sebagai tonggak awal kehancuran gue. Dan itu cukup,…uhh mengerikan,..! rasanya lebih dari sekedar night mare buat gue,..! meskipun terkadang gue melaluinya dengan tertawa terbahak – bahak, desiran kebanggaan yang jelas – jelas sudah tergambarkan kehancurannya, atau bahkan tidak jarang dengan sangat frontal menolak saran dan arahan dari lingkungan sekitar tentang kebenaran yang seharusnya gue lalui. Gue masih bersikukuh bahwa gue berjalan di rel yang benar. “Bego,..!”

Kalo sekarang gue menuliskan cerita ini, itu bukan berarti karena gue sudah berada dijalan yang benar. Atau bukan juga karena merasa bangga sudah melalui tahapan kesalahan yang gue buat sendiri. Gue ceritakan semua ini semata – mata karena ingin berbagi pengalaman. Dan yang pasti, karena detik ini gue dapat pinjaman laptop yang bisa gue pakai selama satu minggu kedepan. Cerita pinjam laptop ini bakal gue certain di kesempatan cerita yang lain….(But,..thanks a lot to Mr. Arif Sundolop yang selalu support).

Tapi sebelumnya, perlu gue sampaikan bahwa dalam cerita ini mungkin akan ada beberapa hal atau beberapa nama yang tidak gue sebutkan atau ceritakan. Pertimbangan gue, hal itu akan sangat bahkan terlalu buruk untuk diceritakan secara detail. Sedangkan mengenai nama- nama tersebut, semata – mata untuk menjaga keprivasian yang bersangkutan. Udah itu aja.

Mungkin, tulisan ini akan terkesan gak jujur karena ada beberapa hal yang harus gue sembunyikan. Tapi gue berani mengatakan, bahwa di beberapa paragraph tertentu, gue akan menyampaikan hal – hal lainnya yang lebih jujur, vulgar dan terbuka. Tentunya itu hal yang berkaitan dengan diri gue sendiri, bukan orang lain.

Kembali ke cerita gue,…
Bahkan gue sendiri bingung harus menuliskan dari mana awalnya. Tapi mala mini, semua serasa berkecamuk di dalam otak gue dan tersusun dalam kilatan – kilatan kalimat yang rasanya ingin sekali gue tumpahkan menjadi goresan – goresan cerita. “Oh,..shiitt,..!! gue hak tau harus memulai darimana,..!”

Pernah gue membaca sebuah tips menulis yang dibuat oleh seorang penulis komersil ternama di negara ini. Dia berujar dalam tulisannya, bahwa kalo mau menulis ya menulis aja. Ambil alat tulis dan menulis. Dan ini yang sekarang gue lakuin. Kalo kalimat – kalimatnya terasa kurang menyambung, ya di wajarin aja, dimaklumin aja. Mungkin malam ini gue gak akan menggunakan arahan Bapak Pri (redaksi Tabloid Swan), yang mengajarkan tentang cara menulis efektif dengan susunan lead, featuring, hubungan antar paragraph blablabla,…karena tulisan ini bener – bener mengalir lir lir iliiir,…

Ada apa dengan oktober 2014,..?
Ya setidaknya bulan itu yang gue ingat sebagai awal kekacauan yang gue alami. “Its so unintended..!!”. Gue gak akan menggambarkan detail tentang yang terjadi. Terlalu malas untuk di tuliskan. Mungkin gue perlu ngasih kontak pribadi aja, atau bisa lihat email address gue di bagian data pribadi di blog ini, kalo ada yang penasaran menanyakan detail apa sesungguhnya yang terjadi sejak awal bulan itu. Karena menurut gue, terkadang bahasa verbal lebih enak buat mengeluarkan uneg – uneg daripada bahasa tulisan. Meski gue yakin jumlah motivator di negara ini tidak sebanyak jumlah penulis yang bertebaran dari pemula sampai seniornya,..”apaan sih ini,..? gak jelas,..!”

Di kisaran sejak bulan itu, gue mulai merusak hidup gue.
Kerjaan yang udah jelas – jelas enak, kerjaan yang gue pernah impikan, bisa kemana – mana dibayari kantor, fasilitas yang enak, tunjangan – tunjangan yang on bill, kerja yang hampir 75%nya penuh dengan mainan, dolan – dolan, ngecengi SPG – SPG, cepretan yang bisa dikondisikan ruangnya, peluang kreatifitas yang dibuka lebar (waktu itu sih,..gak tau sekarang), status perusahaan BUMN,..”hadeh,..pokok-e puenaak..!” mendadak sekejap lenyap,..!! Gue hancurin,..gue bakar,..dan gue tinggalin,..!! RESIGN,..!! ini baru satu hal,..

Hal kedua,..
Seorang radit,..yang kecil sampe besarnya di sekolahin di sekolah yang taat dan kuat agama. Seorang radit,..yang selalu menjadi panutan saat selalu menjabat sebagai ketua sebuah organisasi sekolah maupun diluar sekolah. Seorang radit yang di-didik di keluarga yang meskipun demokratis, tapi gak terlepas dari jalur religi. Seorang radit,..yang kecilnya waktu ngaji gak bisa bedain mana huruf hijaiyah “Nun” dan “Tsa” selalu kena jepret karet gelang oleh sang Ayah. Seorang radit,..yang bahkan sebelum bulan oktober 2014 masih aktif di pengajian Tauhid mingguan yang membahas tentang Ke-Esa-an dan Ke-Tunggalan Cahaya Ilahi sampe pulang larut malam, lha kok mendadak menjadi seorang pemabok aktif yang menikmati setiap tegukan cairan syaitannya,…

Yeaah,..Seorang radit,..per 30 oktober 2014 sudah mulai merasakan cairan setan bernama alkohol dan menjadi penikmat (baca:pemabuk) aktif setelahnya. Sampe saat ini gak ya,..? hahaha,..
Gue masih ingat, tengah malam kisaran sebelum bulan Oktober 2014 gue menelpon nyokap dan bilang “mah,..maaf tadi gak bisa ngangkat telpon soalnya masih di pengajian”, dan nyokap gue cumam menjawab enteng “Alhamdulillah,..”. Berbanding terbalik saat suatu siang setelah bulan oktober 2014 gue juga menelpon nya dan menyampaikan “mah,..maaf anak mu sekarang ini jadi pemabuk,..!” dan masih dalam kondisi setengah mabuk,..!!. Kali itu nyokap menjawabnya dengan intonasi yang lebih tinggi dari sebelumnya “masyaAllah,..!!”.

Kalo lo baca tiga paragraph di atas paragraph ini, coba aja bandingin. Seorang radit sekarang jadi kenal yang namanya Black Label, Red Label, Mansion, Civas, sampe arak model bali ataupun arak Lombok,..”hah,,.wis,..wis”,..mulai dikit – dikit ngerti nyampur – nyampurin satu cairan dengan cairan lainnya. Mulai menikmati tarikannya,…”asik,.!” Dan itu seiring sejalan dengan sex dan hura – hura dugem nya.
Ini hal yang kedua,…seorang radit jadi pemabuk. Dan akhirnya merembet kemana – mana. Dugem, pulang pagi, gak masuk kerja, kerjaan terbengkalai blablabla,..”horeee,..!nyambung tho,..?! Sukur..!”.

Hal selanjutnya,..
Kerjaan utama maupun side job yang terbengkalai. Banyak tombokan – tombokan. Duit kepake sana – sini hanya buat hura – hura kesenangan. Utang sana-sini. Sampai akhirnya gak bisa berbuat sesuatu. “Stuck,..!” Terus berlanjut dengan hutang – hutang yang makin menumpuk. “Dhueeerr,..!! njeblug,..!”. Mulai merasa malu dengan kinerja yang makin menurun meski memiliki kesempatan memperbaiki diri. Namun terus saja belum bisa meninggalkan kejelekan yang sejatinya udah gue sadari akan merusak segalanya.

Nekat,.! Yeah,.gue nekat melanjutkan jalan itu. Jalan yang jelas – jelas udah sangat salah dan akan menghancurkan gue. Gak tau deh,..keyakinan macam apa yang membuat gue untuk terus melanjutkan langkah salah saat itu. Langkah yang penuh dengan kesalahan. Woi,..semua dah berteriak ditelinga gue,..”Stop dit,..stop,..! lo bakal hancur,..!” dan dengan bego’nya gue tetep aja berjalan. Namanya aja orang bego’,..! lo mau ingetin macam apa juga tetep aja bego’.
Yup,..di sisi ini, gue pengen negasin bahwa imbas dari kesalahan gue, adalah mempengaruhi kerjaan dan financial gue. Titik,..!

Dan terakhir,..
Gue harus melalui proses divorce. Sekali lagi dibaca : “gue harus”. Hal terkahir ini, gak akan gue ceritakan panjang lebar. Cukup sampai disitu aja. Gue harus melalui proses divorce. Titik.

INTERMEZO :
“gue paling benci kalo sedang menyelesaikan tulisan, tiba – tiba mengantuk. Keterpaksaan semacam itu kadang membuat gue harus membuat tulisan cerita yang bersambung. Dan parahnya, terkadang untuk melanjutkan ceritanya yang itu membutuhkan tekad dan mood yang gak mudah untuk dimunculkan.”
Hooooaaaaamm,….

Finally,..gue mulai merobohkan dan membakar gubuk yang sudah gue dirikan dengan baik dan terlihat indah. Rasa malu, rasa kesal, buntu dan seluruh ketidak mampuan berbuat sesuatu untuk menegakkan dan merenovasinya kembali, membuat gue untuk memutuskan mengambil langkah itu : “Bakar,..! robohkan,..!! Tinggalkan,..”

14 Mei 2014
03.23 Pagi.

Presentasi Produk X-Gra di PT. Cirkle-K Regional Bali

Posted in Pengalaman Pribadi on Juli 17, 2014 by radityariefananda

“Melihat potensi Bali sebagai destinasi wisata favorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara, maka sewajarnya kebutuhan akan produk herbal untuk meningkatkan stamina masih sangat prospektif”

Demikian lah sebagian paparan pembuka yang disampaikan oleh Bapak Yudi Dwi Hardjo selaku Product Manager Hervicold (Herbal, Vitamin and Cold preparation) dalam kegiatan Presentasi Produk X-Gra di Gedung Trainning Center PT.Cirkle-K Indonesia Regional Bali pada akhir bulan Juni 2014 yang lalu.

Kegiatan yang diadakan oleh tim OTC PT.Phapros cabang Denpasar tersebut, sengaja mengundang product manager hervicold selaku penanggung jawab produk X-Gra, untuk turut hadir dan memberikan pemaparan langsung kepada seluruh tenaga frontliner PT.Cirkle-K regional Bali, yang pada kesempatan itu diwakili oleh masing – masing kepala gerai dari seluruh cabang yang ada.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh seratus tujuh puluh kepala gerai Cirkle-K se-regional Bali tersebut, Yudi juga menyampaikan bahwa semboyan “back to nature” sudah menjadi trend yang mendunia diberbagai belahan negara lain, sehingga dikalangan konsumen (terutama konsumen dari mancanegara yang berada di Bali) akan lebih aware dengan produk berbahan baku alami. Oleh karenanya, dengan kondisi tersebut ia menilai bahwa Bali memiliki prospek market yang cukup potensial untuk memasarkan produk berlisensi herbal seperti X-Gra.

“Melihat potensi Bali sebagai destinasi wisata favorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara, maka sewajarnya kebutuhan akan produk herbal untuk meningkatkan stamina masih sangat prospektif”, ucapnya.

X-Gra yang merupakan produk milik PT.Phapros,Tbk adalah salah satu dari sekian banyak produk stamina pria dewasa berbahan baku herbal yang beredar di pasaran. Namun satu – satu nya produk stamina pria dewasa yang termasuk dalam golongan fitofarmaka dan telah melalui uji klinis. Sehingga, kandungan asli herbal serta hasil yang dirasakan dapat dibuktikan secara ilmiah. Selain itu, dari hasil uji klinis yang dilakukan, X-Gra merupakan produk stamina pria dewasa yang tidak menimbulkan efek samping apapun terhadap pemakainya. Oleh karenanya, aman dikonsumsi secara berkelanjutan.

Namun demikian, Product Manager OTC PT.Phapros,Tbk yang gemar berolah raga tersebut dalam presentasi pembuka nya pula mengingatkan, bahwa dikalangan masyarakat banyak sekali beredar produk stamina dan vitalitas yang mencantumkan “lisensi” herbalnya namun memberikan efek secara instan.

Padahal pada kenyataannya, produk dengan bahan baku herbal, tidak ada yang memberikan efek secara instan. Sehingga menurutnya, harus berhati – hati dalam memilih produk stamina dan vitalitas.

Selain itu diperlukan juga adanya penyebaran informasi yang baik kepada masyarakat tentang efek negatif terhadap penggunaan produk stamina berbahan baku kimia yang memberikan hasil secara instan. Hingga pada akhirnya, pola pikir masyarakat kita akan tergerak untuk kembali menggunakan produk – produk berbahan baku herbal.

“Masyarakat kita masih cenderung menyukai produk – produk stamina berbahan baku kimia yang memberikan efek instan. Sedangkan trend instan sebetulnya sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat yang lebih maju”, ujarnya.

Selain memberikan gambaran umum tentang produk stamina dan vitalitas yang beredar dipasaran, dalam acara yang juga dihadiri oleh Bapak I Nyoman Iwan Setiawan selaku General Manager PT.Cirkle-K Regional Bali, Yudi juga menyampaikan materi utama yaitu pengetahuan seputar X-Gra dan teknik selling skill-nya.

Pada sesi tersebut, peserta sangat antusias menyimak serta tidak sedikit dari mereka yang aktif mengajukan pertanyaan disetiap pergantian bahasan. Bahkan di akhir sesi, ada diantara peserta yang secara khusus meminta penjelasan kepada tim OTC cabang Denpasar tentang cara efektif untuk menjual X-Gra.

Dipenghujung acara, tim OTC cabang Denpasar yang digawangi oleh saudara Raditya Rief Ananda yang pada kesempatan tersebut juga bertindak selaku PIC kegiatan berharap, semoga tujuan dari pelaksanaan kegiatan itu dapat tercapai. Yaitu memberikan informasi detail tentang produk X-Gra dan teknik selling skill-nya, sehingga akhirnya akan mampu mendongkrak penjualan X-Gra di cabang Denpasar, khususnya melalui sektor modern outlet yang diantaranya melalui PT.Cirkle-K Indonesia regional Bali.

“Record penjualan tertinggi X-Gra cabang Denpasar selama lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2009. Dan sejak masuknya X-Gra di sektor modern outlet melalui PT.Cirkle-K Indonesia regional Bali yaitu pada bulan april 2014, dalam kurun waktu dua bulan saja penjualan nya sudah separuh lebih dari penjualan yang tercapai di tahun 2009. Semoga kedepannya akan terus meningkat dengan ditunjang program – program promo lain”, ucapnya.

Salam OTC Hebat dari Pulau Dewata,.!

PRESENTASI X-GRA DI PT.CIRKLE-K INDONESIA REGIONAL BALI

PRESENTASI X-GRA DI PT.CIRKLE-K INDONESIA REGIONAL BALI

#tulisan diterbitkan juga di Bulletin SWARA PT.Phapros,Tbk Edisi Juli 2014#

WAHAI RUANG JIWAKU

Posted in Pengalaman Pribadi on Juni 23, 2014 by radityariefananda

LOVE U BUNDA

Wahai ruang jiwaku,..
Dengarkan aku berbisik
“Aku selalu ada disampingmu”
Goreskan itu di singgasanamu

Wahai ruang jiwaku,..
Sampai detik ini
Aku-lah sebagian tulang rusukmu
Dan akan senantiasa melekat
Dalam sendi ikrar ku,..

Wahai ruang jiwaku,..
Aku setia dalam genggamanmu
Aku patuh mengimami-mu
Aku bahagia memeluk dukamu
Aku bangga dalam tempurungmu
Aku,..Aku,..dan Aku,..
Akulah Hawa bagi jiwa Adam-mu

Namun,..
Wahai ruang jiwaku,..
Pernahkah kau bertanya pada dirimu
Masih hangatkah sisi ruangmu?
Selalu lembut kah naunganmu?
Penuh aroma kasih kah sudut ruang mu?
Sehingga,..
Ku selalu nyaman bersamamu,..

Wahai ruang jiwaku,..
Engkau harus tahu,..
Sejatinya,..
Apapun isi ruang mu,..
Aku akan menginginkan itu,..
Dan selalu ingin dalam naungmu

Namun,..
Wahai ruang jiwaku,..
Jika engkau mau mendengar,..
Berilah aku secuil singgasana
Disudut ruang jiwamu
Buatkan aku satu lubang jendela
Disisi naunganmu,..
Agar aku mampu sedikit bergerak
Agar aku mampu merasakan
Hangatnya sinar mantari yang menyelinap,..
Agar akupun mampu mengintip Indahnya cerita dunia
Dari dalam ruang hangatmu

Wahai ruang jiwaku,..
Dengarkan lirih hatiku,..
Aku ingin bersamamu
Sejak mata membuka cahaya
Hingga tertutup mentari malam,..

Wahai ruang jiwaku,..
Biarkan aku mengabdi
Melengkapi tulang rusuk mu
Menyejukkannya dengan caraku

Wahai ruang jiwaku,..
Biarkan aku menjadi ratumu
Menjadi istri pilihanmu
Seperti yang kau inginkan dulu,..

Aku akan berbakti,..
Demi kau sebagian jiwaku,..
Suamiku,..

Corner of my room
16th on March 2014
20.05 PM

Sahabat Sang Bayu

Posted in Pengalaman Pribadi on Juni 23, 2014 by radityariefananda

SAHABAT SANG BAYU

Never Ending Ngayogyokarto,…Ngooook,..!! (Part 1- From Bali to Yogya)

Posted in Pengalaman Pribadi on Juni 23, 2014 by radityariefananda

bali-jogja

“Mohon perhatiannya sebentar bapak ibu sekalian, disebelah kiri kita ada sebuah truk, yang kalau kita perhatikan baik – baik, truk tersebut sedang membawa muatan. Nah,..bapak ibu sekalian, muatan itu oleh banyak orang di kota Yogyakarta, biasa disebut tebu!”

“huuuuuuuuuuu,…!” #sewot tingkat dewa#

Sepenggal celoteh itu masih gue ingat jelas. Dan sepertinya, itu menjadi awal “perang banyol” antara gue dan rombongan dari UPT PKM Sidomulyo (mau di baca Dinkes Lampung Selatan juga boleh kok,…hihihi,.. ).

Pagi itu, seperti yang sudah direncanakan dalam agenda ARTjuna, gue bersama salah seorang tim bertolak dari Denpasar. Orang tersebut, panggil aja namanya Dimas.

Dimas, yang merupakan salah satu lead guide ARTjuna Enterprise, sebenarnya baru saja tiba di Denpasar pada malam hari nya. setelah satu minggu menyelesaikan kegiatan Sail Trip Komodo di Pulau Flores. Lalu keesokan harinya harus kembali terbang bersama gue menggunakan penerbangan pesawat kedua dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Tujuan nya adalah Yogyakarta.

Dari Denpasar menuju Yogyakarta, penerbangan ditempuh dalam waktu satu jam lebih sepuluh menit aja. Take off tepat pukul 08.00 WITA, dan landing pukul 08.10 WIB. Informasi itu gue ketahui dari boarding pass yang selalu gue genggam selama berada di ruang tunggu bandara.

“Waktu yang cukup cepat buat gue dan Dimas menyambung jatah tidur yang kurang tadi malam, tapi bisa juga jadi waktu yang cukup lama untuk segera tiba di Yogyakarta”, gue membatin.

Bersama Dimas, gue duduk disalah satu sudut kursi ruang tunggu bandara. Pagi itu, ruangan tunggu cukup ramai dipadati oleh calon penumpang. Sepertinya, memang lebih ramai dari hari biasanya. Mungkin, karena hari itu dan dua hari kedepannya merupakan hari libur daerah di Provinsi Bali.

Yeaah,..gak usah heran jika di Bali banyak hari libur daerah. Libur yang gue maksud adalah yang berkaitan dengan hari – hari besar keagamaan. Dan itu diatur melalui peraturan daerah nya. Oleh karena nya, jangan bingung kalo di Bali memiliki kalender sendiri, dimana dalam penulisan penanggalannya mengacu seperti kalender pada umumnya, tetapi ditambahi dengan simbol – simbol tambahan pada hari – hari besar keagamaan. Jika tiba pada tanggal yang memiliki simbol tertentu tersebut, maka seluruh aktifitas perkantoran akan libur. Enaknya Bali, saat daerah lain diseluruh Indonesia sedang beraktifitas bekerja seperti pada umumnya, maka di Bali justru sedang libur dari segala macam pelayanan publik dan perkantoran. Oleh sebab itu, nama BALI sering di panjangkan dengan sebutan BAnyak LIbur. Dan gue salah satu dari sekian orang yang pernah merasakannya. What a nice day!

Kembali ke ruang tunggu,…

Tik,..tok…tik,…tok,…

Waktu terus berjalan, namun bagian informasi belum juga menyampaikan boarding call untuk segera naik ke dalam pesawat. Gue dan Dimas mulai sedikit gelisah. Dan memang kami harus gelisah. Ada alasan untuk kegelisahan itu.
Dimas masih terus standby dengan handphone nya. Beberapa kali melakukan panggilan ke nomor yang sama. Kemudian terlihat melakukan pembicaraan. Sesekali juga nampak jarinya mengetik cepat mengirimkan pesan singkat. Cekatan untuk sebuah koordinasi. Ruang tunggu makin dipenuhi para calon penumpang. Riuh….

===##===

Jauh berkilometer di jalur selatan pulau jawa,…

Sebuah rombongan dari salah satu institusi pemerintah di bawah lingkup Dinas Kesehatan sedang berada dalam satu bus untuk melakukan perjalanan wisata. Rombongan tersebut berasal dari Kabupaten Lampung Selatan. Dan memiliki tujuan yang sama dengan gue dan Dimas, Yogyakarta.

Gue membayangkan, wajah – wajah mereka pagi itu cukup lelah, setelah menempuh perjalanan yang gue perkirakan cukup membuat pegal seluruh badan karena semalaman kurang leluasa untuk tidur dengan nyaman. Tapi pagi itu gue yakin, mereka siap menerima keadaannya, demi sebuah liburan yang sudah mereka rancang. Apalagi, menurut perhitungan waktu, beberapa saat lagi mereka akan tiba di Kota yang terkenal akan jalan Malioboronya itu. Mereka hepi,..gue dan Dimas mulai agak keringat dingin,..”panic syndrome!

===##===

Kembali ke Ngurah Rai,…

Boarding call sudah terdengar beberapa menit lalu. Gue dan Dimas berada dalam antrian menuju shelter bus yang akan membawa para calon penumpang ke pesawat.

Sebelum merapat dalam barisan antrian para calon penumpang, Dimas terlihat melakukan panggilan melalui handphone nya. Fafa, nama seseorang yang ia ajak bicara melalui seluler putihnya itu.

Fafa adalah seorang mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia, asal Yogyakarta. Ia juga merupakan salah satu Lead Guide yang tergabung dalam ARTjuna Enterprise. Sebagai seorang mahasiswa, kiprahnya di dunia kampus sudah tidak diragukan lagi.

Beberapa hari sebelumnya, gue mendengar kabar, dia baru saja menorehkan prestasi gemilang mewakili Indonesia dalam ajang “International Invention Inovation And Technology Exhibision” yaitu sebuah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Malaysia dalam bidang inovasi. Pada kesempatan itu, dia meraih medali perak untuk kategori Biology Health and Fitnes dengan penciptaanya berupa Hand Function Disorder. Luar biasa,..! Biasa di luar,..!

Selain itu, pengalamannya di dunia travel juga gak bisa dianggap remeh. Dia merupakan founder travelmatekamu.com. Sebuah situs rujukan traveling ternama di Indonesia, dimana konten – konten nya berisi segala macam informasi traveling yang dapat dijadikan panduan dan informasi bagi para traveler. Termasuk kamu,…iya,..kamu,..!

Selain Fafa, ada satu lagi pria yang juga menerima beberapa panggilan dari Dimas melalui telepon selulernya.Jika kita membuka situs travelmatekamu.com, niscaya kita akan menemukan nama pria tersebut yang juga merupakan lead guide ARTjuna Enterprise. Dia adalah Aradea Kurnianto atau yang biasa dipanggil Yaya. Seperti Fafa yang asli Yogyakarta, demikian pula dengan Yaya.

Yaya yang merupakan mahasiswa jurusan Komunikasi Periklanan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu, juga memiliki pengalaman yang luas di dunia traveling. Aksinya melintasi berbagai negara merupakan bukti kecintaannya pada hobinya itu.

Dan akhirnya gue harus memberitau, bahwa kedua pria itulah yang akan pertama kali gue temui bersama Dimas setibanya di Yogyakarta. Will be nice meet,.!

===##===

Tepat pukul 07.35 wita, saat gue menyandarkan tubuh ini di sandaran kursi pesawat milik Tonny Fernandes itu. Air Asia. Gue duduk terpisah dari Dimas. Dan itu gak menjadi permasalahan berarti, selain karena memang tidak ada rencana untuk melanjutkan pembicaraan koordinasi, juga sudah diniatkan di diri masing – masing untuk menyambung “jam tidur malam” yang dirasa kurang. Salah satu cara efektif untuk sekedar save energy, karena sepenuhnya sadar bahwa beberapa jam kedepan akan berhadapan dengan kegiatan yang cukup membutuhkan energy lebih.

Kegiatan yang membutuhkan cukup energi lebih,..?!

Yup,…gue, Dimas, Fafa dan Yaya memang akan bertemu untuk suatu kegiatan City Tour di Yogyakarta pada hari itu, dan tiga hari kedepan. Dan peserta tour yang akan dikawal adalah satu bus rombongan dari PKM Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, yang saat itu sudah mendekati gerbang Yogyakarta.“Ngoook..!”

Pesawat sudah bersiap untuk take off. Flight attendent pun sudah memperagakan instruksi – instruksi keselamatan dengan gemulai. And its time to go,…So,..let sleep well,..!

.B.E.R.S.A.M.B.U.N.G.

Kita Adalah Kita

Posted in Pengalaman Pribadi on Juni 1, 2014 by radityariefananda

Kita,..
Bukanlah Sang Raja penghuni Keraton
Juga,..
Bukan pula seorang Permaisuri
Yang mewarnai Tamansari

Kita,..
Tidak harus seperti Gunung Merapi
Yang tenang gagah menjulang tinggi
Namun,..
Menggelegar membakar saat beraksi

Dan kita,..
Cukuplah sekedar mampu menikmati
Kuasa Tuhan pada Sang Ombak
Yang bekerja tiada henti
Mendebur karang memecah sunyi

Karena,..
Kita adalah kita
Perwujudan makhluk sempurna
Yang kadang jauh dari kesempurnaan

Karena,..
Kita adalah kita
Yang sering merasa mampu
Namun terkadang terhempas
Ketidak berdayaan

Karena,..
Kita adalah kita
Yang tak segan menjulangkan impian
Namun masih berpijak hanya di atas pasir

Hingga pada akhirnya,..

Kita sebaiknya adalah kita
Yang meletakan sukma diri pada wadahnya
Yang tak perlu sungkan mengakui kelemahan
Yang tak perlu malu menyuguhkan kekonyolan
Yang selalu bangga berdiri dengan kaki sendiri

Dan,..
Yang utuh menjadikan diri kita
Menjadi diri sendiri

#Yogyakarta, 30 Mei 2014#
“thanks to Dinkes Lampung Selatan for a great momment! see u all”

Clouds of Penglipuran Village & Danau Batur, Bali Island (11.05.2014)

Posted in Pengalaman Pribadi on Mei 12, 2014 by radityariefananda

IMG_3788

IMG_3814

IMG_3819

IMG_3820

IMG_3833

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.