“CATATAN PEMBUKA KANG MAS RADIT”

Posted in Ide Dan Gagasan on Agustus 9, 2015 by radityariefananda

BLOG

Sudah saatnya remaja kita melek media sosial…!!
Punya kemampuan literasi media yang baik.
Bisa membedakan mana yang layak dishare, mana yang tidak…
Supaya tidak mudah terhasut, tidak mudah menyebarkan rumor, gosip apalagi fitnah dan pertikaian……

HTS,..!

Hapus,..! Tegur,..! Stop,..!

HAPUS konten negative yang melintas di wall kita,..kalau perlu laporkan sumbernya pada admin FB

TEGUR sumber penyebar konten tersebut secara personal.

Jika tidak mampu kedua hal diatas, STOP,..! jangan ikut menyebarkan dengan membagikannya. Cukup Stop sampai di wall kita saja.

Gerakan melalui fanpage “Kang Mas Radit” ini dibuat semata-mata hanya untuk kepentingan saling berbagi informasi, menjalin silaturahmi dan memberikan wadah berdiskusi dan tukar pikiran demi kebaikan bersama dalam menggunakan media sosial secara santun dan bertanggung jawab.

Semua catatan yang saya posting di sana, adalah sebagian besar dari hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman hidup yang saya jalani, sedikit kemampuan yang saya miliki serta pemahaman-pemahaman serta opini pribadi yang muncul akibat sense of crises terhadap yang terjadi di sekitar kita.

Tanpa ada bidak untuk saling membedakan Suku, Agama, Ras dan Antar golongan. Bagi saya pribadi, kemajemukan adalah sebuah berkah, tanpa mengurangi keyakinan yang saya serta teman-teman anut.

Dengan senang hati dan dan segala bentuk kerendahan jiwa, saya menerima masukan, saran serta kritik yang membangun untuk diri pribadi, juga bagi pembaca lainnya. Agar hal tersbeut dapat menjadi perbaikan pribadi dan bersama.

Diluar tulisan ini, saya adalah saya.
Namun,..
Saat saya menulis di sini,..saya adalah Indonesia,..!!

Sebarkan artikel ini, dan mari bergabung bersama kami di :

“KANG MAS RADIT”

–TETAP JAUHI MEMPOSTING DAN MEMBAGIKAN KONTEN NEGATIF DI MEDIA SOSIAL–

Catatan Kang Mas Radit

Posted in Ide Dan Gagasan on Agustus 6, 2015 by radityariefananda

KANG-MAS-RADIT

Sudah saatnya remaja kita melek media sosial…!!
Punya kemampuan literasi media yang baik.
Bisa membedakan mana yang layak dishare, mana yang tidak…
Supaya tidak mudah terhasut, tidak mudah menyebarkan rumor, gosip apalagi fitnah……

Fanspage ini dibuat semata-mata hanya untuk kepentingan saling berbagi informasi, menjalin silaturahmi dan memberikan wadah berdiskusi dan tukar pikiran demi kebaikan bersama dalam menggunakan media sosial secara santun dan bertanggung jawab.

Semua catatan yang saya posting, adalah sebagian besar dari hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman hidup yang saya jalani, sedikit kemampuan yang saya miliki serta pemahaman-pemahaman serta opini pribadi yang muncul akibat sense of crises terhadap yang terjadi di sekitar kita.

Tanpa ada bidak untuk saling membedakan Suku, Agama, Ras dan Antar golongan. Bagi saya pribadi, kemajemukan adalah sebuah berkah, tanpa mengurangi keyakinan yang saya serta teman-teman anut.

Dengan senang hati dan dan segala bentuk kerendahan jiwa, saya menerima masukan, saran serta kritik yang membangun untuk diri pribadi, juga bagi pembaca lainnya. Agar hal tersbeut dapat menjadi perbaikan pribadi dan bersama.

Diluar tulisan ini, saya adalah saya.
Namun,..
Saat saya menulis di sini,..saya adalah Indonesia,..!!
–TETAP JAUHI MEMPOSTING DAN MEMBAGIKAN KONTEN NEGATIF DI MEDIA SOSIAL–

Please visit and like my fanpage :
https://www.facebook.com/radityariefananda1?ref=hl

SAYA BERBICARA TENTANG SABAR…!

Posted in Ide Dan Gagasan on Agustus 6, 2015 by radityariefananda

sabar-berbatas

Siapa bilang sabar tidak ada batasnya? Kita sepakati dulu tentang hal ini ya.

Kalau sabar tidak ada batasnya, dia akan menyamai sifat Tuhan dong?

Bukankah hanya Tuhan yang memiliki sifat tak terbatas?
Unlimited? Luas? Dan apapun itu bahasanya.

Hanya Dia-lah pemilik ketidak terbatasan itu.

Lalu kok banyak yang mengatakan “Sabar itu tak memiliki batas?”

Ahh,..saya gak ikut mengatakan tentang itu.!

Mari kita tengok.

Sekali lagi saya katakan, yang tidak terbatas hanya milik Tuhan.

Jika saya umpamakan sabar adalah obat, dan sakit adalah permasalahan, maka kira – kira akan seperti ini proses “terbatas” nya sabar versi saya.

Saat kita sakit, kita diharuskan untuk menyikapinya dengan minum obat. Sampai disini mudah dipahami ya,..?

Ya,..layaknya obat yang harus diminum saat kita sakit, sabar juga perintah agama yang harus dikerjakan saat kita menghadapi permasalahan.! Coba deh buka kitab agama masing – masing.

Lalu sampai kapan obat itu kita gunakan?

Ya sampai sakit nya hilang. Selesai. Stop.

Begitu juga dengan sabar. Sampai kapan kesabaran itu kita gunakan? Sampai permasalahan itu selesai. Titik.

Bisa dipahami jika saya katakan “sabar” itu berbatas?

Masih belum bisa di pahami?

Okey saya berikan perumpamaan lagi.

Anggap “rasa lapar” adalah sebuah “permasalah”, dan “makan” adalah “sikap sabar”.

Saat “rasa lapar” datang, apa yang harus kita kerjakan? Ya,..tentu saja harus makan.

Sampai kapan kita harus makan?

Tentu saja sampai “rasa lapar” itu hilang atau biasa yang disebut kenyang.

Adakah diantara kita di sini yang terus melanjutkan makan nya tanpa henti, meskipun perut sudah kenyang?

Saya yakin tidak ada.
Jika kemudian kita terasa lapar lagi? Ya makan lagi,..begitu terus berulang.

Begitu pula sabar, akan terhenti secara otomatis saat kondisi yang membutuhkan nya pun sudah teratasi.

Sudah mulai bisa memahami,…?

Okey,..saya misalkan dengan satu contoh lagi ya,..

Seandainya “anak nakal” saya umpamakan dengan “permasalahan”, dan “nasehat” adalah “sabar”, apa yang bisa kita ambil dari cerita berikut ini.

Satu hari, jika teman-teman mendapati keturunan saya menjadi “anak nakal” dengan mencuri mangga tetangga sebelah, tentu saja pada diri ini akan diwajibkan untuk bersikap guna “menasehati” nya. Saya memilih sikap untuk memberi nya “nasehat” dari pada pilihan – pilihan lain seperti amarah, acuh ataupun membiarkannya.

Keharusan bersikap untuk memberikan nasehat ini serupa dengan kondisi jika kita menghadapi suatu permasalahan.

Secara manusiawi kita diharuskan merespon nya dengan berbagai pilihan sikap. Salah satuya adalah “sabar”.

Bagaimana jika kelakuan “anak nakal” saya telah terhenti hari itu?. Dia berjanji tidak akan mengulanginya kembali?

Tentu saja pada saat itu juga saya akan menghentikan sikap untuk terus memberinya “nasehat” selama 24 jam. Bisa budeg kuping keturunan saya kalau harus mendengarkan “nasehat” selama 24 jam penuh.

“Nasehat” itu akan terhenti secara otomatis dan berganti dengan sikap yang lain, seperti bersenda gurau, bermain bersama atau apapun itu.

Jika besok keturunan saya kembali menjadi “anak nakal”? ya saya akan mengambil sikap untuk menasehatinya lagi. Begitu terus berulang-ulang,…

Begitu juga dengan “kesabaran”. Dia akan hadir disaat harus dibutuhkan, dan akan melenyap saat kondisi itu telah terselesaikan. Disitulah saya memaknai bahwa sabar itu berbatas.

Jadi,..kesimpulan apa yang ingin saya sampaikan dari ketiga contoh di atas?

Kesabaran (kata dasar : sabar) baik dilihat sebagai kata kerja maupun kata sifat, memiliki keterbatasan. Dibatasi. Terhenti dan dihentikan.

Makan harus berhenti, minum obat harus dibatasi, menasehati pun harus dihentikan juga.

Hanya saja, jika suatu saat kita dihadapkan pada kondisi permasalahan lagi, kita akan menggunakan nya kembali sebagai suatu sikap dan sifat.

Begitu terus berulang – ulang dan berkelanjutan. Tiap detik, tiap menit. Baik dalam kondisi yang sama dihari sebelumnya atau pun berbeda.

Seperti makan, sabar memiliki batasan berhenti.
Seperti obat, sabar memiliki dosis dan takaran.
Seperti nasehat, sabar pun harus berakhir.

Sabar itu berbatas, ia hanya cukup dilakukan berulang kali,..!

Sampai sini semoga bisa diterima ya,..kita diskusikan nanti,…

Selamat beraktifitas, semoga barokah dan penuh keberkahan apa yang dilakukan hari ini.

Gunakan terus sikap sabar, ulangi dan ulangi saat menghadapai kondisi yang membutuhkan sikap tersebut.

Ingat, sabar adalah sebuah keharusan. Seperti layak nya makan, minum obat dan menasehati kebaikan.

Keep away from post and share negative content on social media my dear all friends,..!

Gue Nitip Doa Untuk Tuhan,…. Melalui Malaikat,..!

Posted in Pengalaman Pribadi on Agustus 6, 2015 by radityariefananda

change-facebook-page-name

Gue : “Wahai malaikat,..utusan Tuhan, bantulah hamba”

Malaikat : “Apaan Dit,..?”

Gue : “Tolong sampaikan doa hamba pada Tuhan”

Malaikat : “Iye,..apaan doa nya?”

Gue :”Gini malaikat,…tolong sampaikan pada Tuhan”

Malaikat : “Iyeeeee,.apa-aaaaaan..?”

Gue : “Tolong sampaikan pada-Nya, untuk membukakan hati sahabat-sahabat hamba”

Malaikat : “Sahabat yang mana??”

Gue : “Sahabat-sahabat di pesbuk”

Malaikat : “Oooh,..trus apaan doa nya?”

Gue : “Hamba minta, Tuhan berkenan menggerakkan hati sahabat-sahabat hamba di pesbuk, agar merubah
nama akun pesbuk mereka ke nama aslinya, amiin”

Malaikat : “Emangnya kenape Dit,..?”

Gue : “Hamba jadi agak kesusahan membedakan mereka pria atau wanita, saat membalasi komentarnya. Apalagi
yang nama-nama alay itu,..hamba Cuma bisa geleng kepala. Susah namanya. Orang lain juga susah
mengenalinya.”

Malaikat : “Iya deh,..nanti gue sampein. Ngomong-ngomong pesbuk lo namanya siapa Dit,.?”

Gue : “Raditya Riefananda”

Malaikat : “Oooh,..nih nanti add pesbuk gue juga ya,..”

Gue : “Siapa namanya,..?”

Malaikat :“Akoehcimalekatgaulcayankamyucelaloehgitoehmuaach”

Gue : “%&^##^^&^$#$@^%&*&%#$*&^(“

Note :
Tentunya, Malaikat ini cuma rekaan belaka. Namun dengan isi doa yang sebenarnya. Hehe,..

Keep away from post and share negative content on social media ya,..

TUHAN ADA DI EMPANG GURU SAYA.!

Posted in Pengalaman Pribadi on Agustus 6, 2015 by radityariefananda

Tidak hanya disitu. Bahkan Dia ada pada lumut di tepian empangnya, pada ikan yang mengisi kolamnya, dalam cacing yang mengoyak lumpurnya, pada bakteri yang menjejali tiap mili permukaan nya.

Hmmm,..mau gimana lagi??.

Tuhan memang bersemayam di mana-mana….!

Di jagat makroskopik hingga di materi mikroskopik, Tuhan bersemayam. Ada. Dan itulah sifatnya.

Tentunya, saya tidak ingin mengatakan bahwa Kedudukan Tuhan berada pada level serendah itu. Namun, “kebersamaan”-Nya dengan kita lah yang berjarak sangat dekat. Sedangkan kedudukan Nya, jauh sangat tinggi di atas ‘Arsy yang Maha Tinggi dibanding makhluknya.

Saya mengutip kalimat suci umat muslim dalam Al-Qur’an, :

Buat sahabat saya yang non muslim, mohon maaf saya menyampaikan hal ini dalam perspektif Islam dulu ya.

Saya yakin, dalam keimanan yang teman-teman resapi pun, pasti mengajarkan tentang Kedudukan dan Kemuliaan Tuhan.

Jika berkenan, lain waktu kita bahas itu disini ya, saya bersedia menyimak dan mempelajari. Semoga juga dapat menjadi bentuk penghormatan atara yang satu dengan yang lain nya disini.

Silahkan jika teman – teman tetap ingin melanjutkan membaca catatan ini, namun jika tidak itupun tetap menjadi penghargaan tersendiri yang saya persembahkan untuk teman-teman.

Kembali ke Firman Allah dalam Alqur’an yang ingin saya sampaikan tadi yaitu :

Ayat pertama :
“Rabb yang Maha Pemurah. Yang menetap tinggi di atas ‘Arsy .” (Thaha : 5)

serta :

Ayat kedua :
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), “Aku itu dekat”. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Dan dipertegas dengan:

Ayat ketiga :
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (Qoof: 16)

Fahimna (paham),..?

Okey kita bahas satu persatu korelasi ayatnya ya.

Dari firman pertama yang saya cantumkan, ayat tersebut menunjuk kan bahwa Kedudukan-Nya sangat lah tinggi di atas ‘Arsy.

Namun demikian, pada ayat kedua yang saya sertakan dan dipertegas dengan cantuman ayat ke tiga, menjelaskan bahwa meskipun Kedudukan-Nya Sangatlah Tinggi tetapi kebersamaan-Nya sangatlah dekat, bahkan Di firmankan lebih dekat dari pada urat leher.

Namun melalui catatan ini perlu saya sampaikan, bahwa kedekatan-Nya bukanlah kedekatan dalam arti “Dzat”,..!!

Bukan berarti Dzat Tuhan bercampur aduk bersama makhluknya seperti yang dipahami sebagian orang.

Dzat Tuhan tetap Mulia Tinggi di atas ‘Arsy, sesuai dengan sifat yang layak bagi-Nya.

Lalu,..bagaimana mungkin sesuatu yang tinggi di atas sana, namun kebersamaannya dekat dengan kita..??

Saya coba analogikan dengan perumpamaan seperti berikut.

Pernahkah kita berjalan dimalam hari saat bulan bersinar?

Bukankah posisi bulan tersebut berjauhan dari posisi kita dibumi, namun saat kita berjalan dia selalu berada diatas kita? Terasa berada bersama kita?

Coba bayangkan sejenak aja,..

Sampai sini semoga mudah dipahami ya,,?

Ayo kembali kita belajar, jangan terus membayangkan Tuhan,..ini bukan lagi pacaran,..hihihi,..

Lalu apa maksud “kedekatan” dari Firman-Nya pada Surat Al Baqarah : 186,..?? (ayat yang kedua).

Maksudnya adalah bahwa kedekatan Allah dalam konteks tersebut dimaknai sebagai wujud hadirnya Tuhan yang dekat pada hamba-Nya yang beriman, hamba-Nya yang rajin beribadah dan hamba-Nya yang gemar bersujud dalam do’a.

Sujud juga termasuk kondisi yang menyatakan kedetakan dalam kebersamaan Tuhan,..??

Ya,..!

Cobalah tengok sabda Rasul berikut ini :

“Tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu”

Kemudian,..bagaimana pula dengan maksud “kedekatan” pada Firman-Nya Surat Qoof: 16 di atas,…?? (Ayat ketiga)

Saya akan coba jelaskan secara perlahan ya….

Ayat yang sering menjadi salah tafsir tersebut karena sebagian orang (termasuk saya dulu nya) memahami, bahwa Tuhan ada dalam urat leher kita, sesungguhnya telah memberikan jawaban jika kita membacanya secara utuh :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya. Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”
(QS. Qaaf: 16-18).

Disini jelas, bahwa yang dimaksud dengan kata “Nahnu” (kami) adalah para malaikat,..Bukan mewakili kata ganti untuk Tuhan secara langsung. Tetapi Malaikat…!

Ya,..Malaikat,..!

Jadi dalam ayat tersebut, tidak bisa di katakan bahwa Dzat Tuhan berada menjadi satu dalam urat leher kita.

Menjadi satu “Manunggaling Kawula Gusti” antara makhluk dengan Tuhan. Ini jelas bukan sifat Tuhan. Karena sekali lagi, Dzat Tuhan dengan Kemuliaan-Nya berkedudukan Tinggi,..sangat tinggi di atas dari makhluk-Nya.

Ini saya coba berikan penjelasannya,..

Mengapa kata “Nahnu” (kami) dalam ayat tersebut di artikan malaikat ? Gak percaya?

Mari kita compare dengan ayat lain yang menggunakan kata “Nahnu” (kami) juga, dan serupa dengan Surat Qaaf:16-18 tersebut.

“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.” (QS. Al Qiyamah: 16-17).

Yang dimaksud dengan “nahnu” (Kami) di sini adalah Malaikat Jibril.

Allah menyandarkan perbuatan Jibril pada diri-Nya karena Jibril adalah utusan-Nya. Sebagaimana dalam surat Qaaf ayat 16 Allah menyandarkan kedekatan malaikat pada diri-Nya karena malaikat adalah utusan-Nya.

Hal itu dibuktikan dalam penjabaran ayat lain :

“Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.” (QS. Az Zukhruf: 80).

Sehingga dari beberapa pemikiran, pendapat yang lebih tepat atas maksud “kedekatan” dalam Surat Qaaf:16 tersebut adalah “kedekatan” kepada malaikat sebagaimana pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Lalu apa makna Tuhan bersemayam dimana-mana seperti yang saya sampaikan di awal catatan ini,..?!!

Apa yang sesungguhnya bersemayam diseluruh jagat makroskopik dan materi mikroskopik,..??

Ilmunya,..!

Ya,..!

Tentu saja, Ilmu Allah berada dimana – mana.

Di empang guru saya, pada lumut di tepian empangnya, pada ikan yang mengisi kolamnya, dalam cacing yang mengoyak lumpurnya, pada bakteri yang menjejali tiap mili permukaan nya hingga pada nyamu-nyamuk yang berterbangan di sekitar empang nya.

Tentunya kedekatan ilmu ini hanya diperoleh dan dirasakan bagi hamba-hamba nya yang mau berpikir…!

Saat kita berpikir tentang segala sesuatu yang ada di Jagat raya ini, kita akan menemukan siapakah yang menciptakan nya. Dan disitulah akhirnya kita akan mendekati Tuhan.

Saat kita berpikir untuk mendekati Tuhan, ribuan barokah-Nya akan melimpah.

Ya,..kita tentunya mengetahui, saat para ilmuwan harus menciptakan dan mengembangkan sebuah pabrik produksi obat nyamuk, hanya karena seekor nyamuk. Berapa barokah yang terwujud disana??

Seperti yang sering kita dengar :

“Satu langkah kita mendekatinya, Seribu Langkah-Nya pada kita. Terus,..terus,..terus hingga akhirnya berdekatan”.

Jadi,..

Dzat Tuhan bukan berada dimana-mana.

Karena tidak mungkin Kemuliaan, Keagungan dan Ketinggian Derajat-Nya bercampur baur dengan kerendahan sifat makhluk-Nya.

Kedekatan ilmu-Nya lah yang tersebar dimana-mana, dan dapat kita temukan untuk mendekati kebersamaan-Nya.

Seperti yang diucapkan oleh sang guru

“Kembali lah ke Jakarta, Ilmu Tuhan mu juga ada disana,…”

So here i am,…

And so glad to be here,…! (AGAIN)…hehe,..

Cukup ya,…dan semoga dapat dipahami catatan ini.

Kaya nya pada pusing deh,…sama!

Hmmm,..masih ada lho yang lebih dalem,…sabaar,..kita belajar bareng nanti.

Okey,..

Hari ini kita kembali belajar bersama lagi di media sosial dengan menebarkan kebaikan.

Tetap hindari posting dan sharing konten negative di media sosial ya,…

IMG00960-20150802-1441

IMG00957-20150802-1438

FOTO CAPTURE>>>>>INI HASIL KEBAIKAN KITA BERSAMA SAAT BELAJAR MONETISE YOUTUBE KEMARIN,.! SEMOGA MENJADI PAHALA BERJAMAAH,..!!.

Posted in Ide Dan Gagasan on Agustus 6, 2015 by radityariefananda

sanimusicindonesia-1

Pagi tadi, saya iseng membuka youtube milik sanismusicindonesia seperti yang saya lakukan kemarin saat mau menulis catatan sebelumnya. Saya cukup terkaget ketika melihat ada perubahan yang cukup signifikan disalah satu upload-an video klip nya.

Saya membuka lagu yang berjudul “Goyang Duma”.

Beberapa hari lalu saat saya membuka video clip tersebut, belum saya dapati satupun iklan dari pahak ketiga yang terpasang pada video itu.

Saat itu, sanismusicindonesia hanya mengiklankan NSP pada upload-an videonya. Oleh karenanya, pada catatan sebelumnya saya menyayangkan pihak sanismusicindonesia yang sepertinya belum memaksimalkan fasilitas monetize yang disediakan oleh youtube untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Tapi tadi pagi berbeda.!

Hmmm,..apa mungkin mereka membaca ulasan kita bersama tentang monetise video di youtube kemarin ya ?? Wallahu’alam bish shawab.

Tapi terlepas dari semua itu, sekali lagi yuk perlu kita sadari.

Media sosial lebih bermanfaat untuk dijadikan ajang menyebarkan kebaikan. Karena ada barokah disana. Saya meyakini itu. Mungkin barokah itu tidak melulu berbentuk nilai rupiah atau dolar. Tapi pasti ada dalam bentuk lainnya. Belive on me guys!

Saat kita sebagai pekerja yang melakukan tugas-tugas nya dengan hati, meskipun mungkin belum terpuaskan dengan gaji bulanan yang kita terima, percaya deh, hasil kerja dengan hati itu tadi pasti akan diberkahi dalam bentuk yang lain.

Gimana dengan anak yang berprestasi?
Bagai mana dengan suami yang makin sayang di rumah?
Bagaimana dengan istri yang makin patuh pada kita?
Gimana dengan penghormatan rekan kerja dikantor terhadap kita?
Bagaimana dengan kesehatan keluarga kita yang terus terjaga?
Bagaimana dengan orang tua kita yang terus panjang umur dan mendoakan kita??

Bukankah itu juga bentuk barokah selain gaji yang ditransfer kerekening kita per bulan??

Bahkan tak ternilai harganya dibanding dengan yang kita dapat per bulan!

Hmmm,..semoga bertambah barokah untuk kita semua ya,..

Kembali lagi mengenai youtube.

Jadi gimana, sudah bisa di pahami kan?

Absolutely right,..!

Ini alurnya.

Dalam dunia yutup-yutupan tersebut, ada tiga pihak yang memiliki kepentingan masing – masing :
1. Youtube, sebagai penyedia media penyimpanan online video
kita.
2. Pengiklan, sebagai pihak yang ingin mempromosikan usahanya
3. Mitra Youtube (Kita), sebagai pemilik videonya

Sampai sini bisa di pahami ya,..?

Okey lanjut,..

Sebagai penyedia penyimpanan video online yang bisa digunakan oleh seluruh manusia dibumi ini, tentunya youtube (anak nya google) ini, gak mau dong menjadi dinas sosial yang gak mendapatkan profit apa-apa buat mereka.

Jelas mereka akan mencari keuntungan.!

Atas dasar itu, akhirnya mereka membuat pelayanan monetise bagi para mitra youtube dengan tujuan memberikan sejumlah penghasilan.

Tujuannya apa?

YUP,..!

Untuk memancing mitra youtube rutin mengupload video apa aja yang orisional dan unik sehingga mendatangkan jumlah penonton yang banyak. Sebanyak-banyak nya. Dan disni lah youtube mulai bermain.

Melihat sebuah konten video dengan rating pengunjug yang banyak, tentunya ini menandakan bahwa video tersebut banyak juga yang mencari untuk menonton nya.

Kesempatan seperti inilah yang dimanfaatkan oleh Youtube untuk ditawarkan ke semua perusahaan/pelaku bisnis atau siapapun itu yang ingin memasarkan atau mengiklankan jenis usaha dan produknya pada video-video dengan penonton yang banyak itu.

Tentu, dengan biaya yang tidak murah. Tapi juga tidak terlalu mahal sih jika dibandingkan dengan iklan komersil di televisi.

Sampai titik tahap ini, kita sudah bisa memahami ya bagaimana youtube mendapatkan pemasukan? Ya,..dari para pemasang iklan.

Nah,..youtube juga gak cukup bodong,..eh,..bodoh, juga gak cukup serakah dengan membiarkan mitra youtube nya gak setia pada dirinya.

Akhirnya youtube membagikan sebagian penghasilannya kepada mitra youtube yang rajin membuat dan mengupload video di laman mereka.
Caranya?? Ya dengan pelayanan monetise tadi.

Okey,..bisa dipahami??

Selamat berkreasi ya. Jangan patah semangat, dan kalo sudah berhasil, jangan lupa shodaqoh.

Silahkan perhatikan capturan-capturan foto yang saya lampirkan bersama catatan ini.

Mungkin bisa memberikan gambaran iklan-iklan apa aja yang tampil setelah sanimusicindonesia memonetise upload-an video mereka.

Hmmm,.. perusahaan-perusahaan besar lho.

Ada Bank Mandoro, OLS, Berniatan.com, SILLET (maaf nama saya samarkan, supaya tidak ada pemikiran tuisan ini adalah mewakili perusahaan-perusahaan tersebut).

Berapa taksiran yang didapatkan sanismusicindonesia dari iklan iklan tersebut ?? Hmm,..nyam,..nyam,..nyam,..

Okey,..selamat deh sanimusicindonesia, semoga barokah ya. And maaf artisnya saya buramkan, terlalu cantik buat saya pelototin pake kedua mata ini.!
Moga Neng Cita segera berhijab ya,..! kalo enggak,..saya monetise lho,.! (Hayaah,..apaan siih,..!)

Tetap hindari memosting dan membagikan konten yang negative dimedia sosial ya,..

Sukses selalu untuk kita semua

Salam Hangat Banget,..

-Kang Mas Radit-

Footnote :
Setelah ini, saya postingkan sedikit catatan tentang seseorang yang berhasil mendapatkan penghasilan dari layanan monetise itu.

Jangan kaget ya,.ditunggu,..!

sanimusicindonesia-2

sanimusicindonesia-tokobagus-berniaga

sanimusicindonesia-olx

sanimusicindonesia-mandiribank

sanimusicindonesia-gillete

FOTO CAPTURE : CATATAN LANJUTAN TENTANG NENEK ANI,.! LEGENDA PENCIPTA “INI BUDI” INDONESIA,..!!.>>>SAYA SUDAH MENEMUKAN ALAMATNYA,..!

Posted in Ide Dan Gagasan on Agustus 6, 2015 by radityariefananda

Devi-Oktora-Account

Granddaughter-of-Ani-Grandma-Coment

doctor-coment

Dr.Atut-Account

Dr.Atut-Message

Dr.Jani-Account

Dr.Jani-Message-Failure

Okey,..masih teringat tentang rasa syukur kita setelah mengetahui Sang Legenda Nenek Ani kemarin kan??

Hari ini kembali saya berbagi berita gembira. Semoga menjadi kebaikan yang barokah untuk kita semua.!

Saat tadi pagi saya mengecek ribuan pesan dan komentar yang masuk atas artikel yang telah bersama-sama kita baca kemarin, disalah satu komentar tersebutlah nama Devi Oktora.

Membaca komentarnya, mendadak badan saya lemas tidak percaya.,..!

Beberapa saat saya terdiam. Namun beberapa saat lagi saya melonjak kegirangan.

Ya,..Devi Oktora adalah salah satu cucu dari Sang legenda kita Nenek Ani….!!

Ohh,..secepat ini Tuhan mengabulkan doa saya,..doa kita,.!

Sontak saya terharu sendiri, karena akhirnya mendapatkan alamat nya, dan terkabul untuk segera menemui Pahlawan Pendidikan kita satu itu.

24 jam ini saya belum melakukan apa-apa untuk browsing mencari alamatnya.

Tapi Tuhan selalu baik, Dialah yang mengirimkan alamat Nenek Ani melalui cucu nya sendiri untuk kita semua. Manfaat positif teknologi guys. Alhamdulillah,..Puji Tuhan,..Astungkare,..!

Kemudian saya mencoba untuk mengirimi pesan ke Mbak Devi melalui akun facebooknya, namun sayang pesan tersebut berulang kali gagal.

Tidak mengapa, mungkin lain waktu kita bisa bersilaturahmi.

Dalam komentarnya, Mbak Devi menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi kita semua, serta secara langsung memberikan alamat lengkapnya.

Bagi rekan-rekan yang mungkin berdekatan posisi nya dengan rumah beliau, mungkin bisa menyempatkan mampir untuk bersilaturahmi, mendoakan, meminta doa dan nasehat, atau apapun itu bentuknya kebaikan.

Kapan lagi guys, bisa mencium tangan secara langsung, salah satu maestro pendidikan negeri ini. Pahlawan di negeri ini yang masih hidup,..!

Diantara berkat jasanya, kita dapat mengetahui banyak hal melalui ilmu.

Berikut alamat nya bisa di browsing di google maps :

>>> JATI PETAMBURAN 1 NOMOR 8, RT. 002- Dekat dengan Lapangan Gili-gili <<<

Okey,..semoga menjadi informasi yang bermanfaat.

Kapan lagi selfie sama Legenda “Ini Budi” Cuy,..??!
(hus,..!!,..itu setelah mendengarkan nasehat nya,..!)

Akhirnya,…sebelum saya akhiri catatan ini, ada hal menarik lainnya yang saya temukan di beberapa komentar.

Diantaranya adalah komentar dua orang dokter, yang ternyata salah satu diantara nya mengenali tentang Nenek Ani, namun tidak mengetahui siapa Nenek Ani sebenarnya.

Bukan kesalahan mereka guys,..

Pena sejarah bangsa inilah yang terkadang tumpul menuliskan nama-nama pahlawannya. Semoga menjadi pelajaran baik buat bangsa ini ya,..

Membaca komentar dua orang dokter tersebut, saya meyakini, bahwa jika mereka bertemu dengan Nenek Ani kembali, pasti akan ada tindakan mulia yang dilakukan oleh dua ahli medis tersebut.

Bagi yang ingin bersilaturahmi dengan mereka, saya lampirkan pula capture akun facebook kedua dokter tersebut, Ibu Dokter Atut Cicih Mayasari serta Ibu Dokter Jani Haryanto.
(Saya tadi juga mencoba meminta ijin kepada mereka, agar diperkenankan mencantumkan nama mereka di catatan ini.)

Hayooo,..saling bersilaturahmi,..siapa tau ada barokah disana, siapa tau kita bisa periksa sama mereka dan banyak kebaikan lainnya.

Melihat akun nya, saya yakin mereka bukan dokter sembarangan lho,…Saya aja udah bersilaturahmi melalui pesan…

Kemudian, melalui catatan ini pula, saya berdoa,..

Pertama, semoga Tuhan Yang Maha Esa, selalu memberikan kesehatan kepada Nenek Ani, barokah dan mengalir selalu pahalanya. Amiin.

Yang kedua, saya berdoa semoga kemuliaan juga dilimpahkan kepada Ibu Dokter Atut Cicih Mayasari serta Ibu Dokter Jani Haryanto.

Semoga melalui beliau-beliau ini, atau melalui instansi medis tempat mereka bertugas, Nenek Ani dapat terus terpantau dan terjaga kesehatannya.

“ Hatur salam kami, jutaan murid nya Nenek Ani, untuk Pimpinan tertinggi di instansi Dokter Atut dan Dokter Jani ya,..moga berkenan menceritakan kisah ini kepada para pimpinannya, sehingga ada kebaikan disana. Proud of u Docter,..!”

Kemudian, saya panjatkan doa juga untuk cucu dari Nenek Ani, mbak Devi Oktora. Terimakasih atas share info alamatnya ya.

Sangat bermanfaat, khususnya buat saya pribadi. Semoga barokah pula.Semoga dapat mengikuti kemuliaan Sang Nenek dengan kreatifitas yang lain.Amiin

Udah,…udah,…yang cowok hayoooo penglihatannya dikondisikan,..!
Mbak Devi emang cantik, tapi liat itu status nya di sudut kiri bawah,…
Udaaaah jangan ngayal punya pacar atau mantu, cucu seorang maestro,….

Seluruh cerita catatan ini, saya sertakan pendukungnya dalam bentuk capturan foto. Dan dari sekian capturan tersebut, ada satu capturan yang menggambarkan tentang statistic terhadap artikel saya sebelumnya.

Dari data yang saya capture hingga siang tadi cukup menjelaskan, bahwa masih sangat banyak pengguna media sosial yang lebih menikmati membagikan, berkomentar, klik, like terhadap sesuatu yang positif. Jumlah dalam statistitik tersebut masih terus bertambah sampai artikel ini saya posting.

Jika hal ini terus digalakan, saya yakin,..kebiasaan memposting, share, like, suatu konten yang negative di media sosial akan bisa berkurang. Paling tidak, akan terpengaruhi jumlahnya.

Mau ikut-ikutan di cap negative,..?? atau keep positive?? Ohh come on,..!

Okey deh,..
Tetap hindari posting and share negative content on social media ya,…

Selamat melanjutkan aktifitas,…selamat sore,..
Bahagia dan sukses selalu untuk kita semua,…

Setelah saya bertemu Nenek Ani,..tidak akan ada tulisan tentang Beliau kembali,….saya cukupkan sampai di artikel kedua ini saja,..

footnote :
Jika berkenan, mohon postingan ini di share ke kronologi akun facebook masing-masing. Karena cukup banyak yang menanyakan dan ingin mengetahui alamat rumah Nenek Ani melalui komentar di fanpage saya, komentar di halaman group lain, serta pesan personal. Sehingga saya cukup kesulitan untuk mencarinya kembali satu persatu.

Barangkali saja, diantara mereka yang bertanya adalah teman dari teman sekalian. Terimakasih sebelumnya, atas kebaikan yang diberikan,,moga Allah membalas dengan barokah yang melimpah,…amiin.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: