REPLAY

Gabungan dari dua kata itu sedikit membuat gue berpikir.”RE”  + “PLAY”

Iseng aja gue menulis tentang dua kata itu, tanpa gue sadari bahwa dua kata tersebut bergelayutan jelas di dalam dada dan otak yang berkecamuk.  Berawal dari sebuah tembang yang memang sengaja gue putar secara berulang, akhirnya mata gak terlepas dari sebuah button ber-textbox “REPLAY”.

Karena kedudulan kurang mudeng bahasa inggris, iseng gw buka google tranlate. Huh..andalan buat orang2 pemakan teri dan kerupuk singkong kaya gue yang lidahnya sulit banget diajak kromo inggris…kwkwkwk…

Dalam media penterjemah tersebut tertulis artinya demikian :

nomina

  1. ulangan
  2. ulangan permainan

verba

  1. memainkan kembali
  2. mengulangi permainan
  3. memainkan lagi

Yupp..!! sebuah perulangan dan atau pengulangan gitu kali intinya. “Mengulang”  atau “perulangan”  apa?? Meneketempe…!! Silahkan rujukan sendiri maksudnya.

Tembang itu kembali berputar, dan kini semakin kedalam gue meresapinya. Owh shit…!! Sebuah kebiasaan kuno yang sering gue lakuin jika dalam kesendirian : menyimak sebuah tembang sambil telinga menyimak erat, jari berkejaran menerjemahkan dalam bentuk coretan dengan hati yang sibuk meraba setiap lirik – lirik nya yang bersenandung, dan akhirnya melahirkan sebuah coretan – coretan note dudul…It’s my song?? hehehe…biar gue sendiri yang tau….

let’s go back to two words above….RE + PLAY…!

Melihat nomina dan verba yang ada di media penterjemah, makna yang bisa gue tangkep kurang lebih adalah memainkan kembali sebuah permainan ataupun sesuatu yang bisa diputar ulang…atau mungkin apa aja yang bisa diberikan perlakuan berulang…hmmm…gt yah??

*Lagu itu berakhir, namun berulang lagi dari liriknya yang terdepan*

Menenggak secangkir kopi hangat membuat gue sedikit berpikir. Jika sebuah media,alat dan mungkin juga sebuah permainan, bisa berbahagia dengan sebuah sifat yang bisa diulang senang sekali rasanya. Karena dengan mengulang kita bisa kembali memutar segala sesuatu dari awal dan bisa memperbaiki sesuatu yang sekiranya kurang. Lalu, gimana dengan waktu?? Punya kah dia sebuah sifat yang unik seperti yang tertulis dalam button REPLAY -dapat diulang-??

Mari sedikit berbicara tentang waktu…

Gue geser sedikit memory otak gue ke beberapa tahun saat gue masih ingusan dan ngumpul2 bareng temen2 TPQ di kampung kecilku. Dibawah rimbunan pohon bambu kampung yang lebat, di dalam surau tanpa dinding semen secuilpun, seorang guru pernah berkata bahwasanya salah satu ciri – ciri waktu adalah tidak dapat diulang, gak bisa dibaleni, gak mungkin diputar ulang. Dan itu kodrati..!! “waduuhh..!!”

Wew….

Senyum gue mengembang saat tembang mencapai lirik reff-nya, dan hati gue manyauti lirik – lirik yang dikumandangkan penyanyinya…”ya Cuma itu…dan Cuma itu” lets sing..!

Kembali lagi ke masalah waktu…

Disadari atau tidak, terkadang kita merasakan banyak hal yang berkaitan dengan yang namanya waktu. Wait..!  gue persempit lagi aja tanpa menggunakan bentuk majemuk “kita”. Terkadang gue sendiri -sadar atau gak sadar-, sering mengalami benturan dengan sang waktu. Merasakan 24 jam yang kurang, hari yang berlalu terlalu cepat atau terlalu lama, wasting time dan banyak lagi hal – hal yang berhubungan dengan namanya waktu.  Semuanya menimbulkan dampak berbeda – beda dalam otak dan pikiran gue. Namun hal – hal semacam itu bisanya masih bisa ditolelir dengan menerapkan atau menciptakan kondisi sehingga melahirkan suasana yang nyaman untuk diri sendiri. Lain halnya jika masalah tersebut adalah tentang tuntutan untuk mengulang waktu yang telah terlewati…there is something unreasonable and impossible to do….and now i’m experiencing it…!!

Beberapa hari belakangan ini, sebuah perasaan berkecamuk tentang waktu yang gue lewati. Pertanyaan – pertanyaan (yang gue yakin cuma sang waktu yang bisa menjawabnya) muncul berseliweran gak tentu asalnya. Tapi jelas, gue tau dengan pasti sebabnya. Hanya saja sampai detik ini gue belum mampu menemukan jawabannya. Atau mungkin gak bakal pernah terjawab.Atau…memang gak ada jawabannya…!!

Disamping gue, masih bersanding secangkir kopi yang udah mulai dingin. Gue yakin, dengan satu kali sruputan, sisa cairan hitam pekat itu akan langsung habis dan meninggalkan gundukan ampas didasar cangkirnya.  Keyakinan gue menguat dan akhirnya gue lakukan juga. Gelintir cairan terakhir yang gue rasakan sudah memasuki kerongkongan masih saja belum bisa mebuat sirna sebuah keinginan yang  gak akan mungkin terwujud…..I need the REPLAY BUTTON to repeat my time..!!

*hati ini tersenyum bersama sang waktu yang bersenandung….indah dan sungguh indah waktu ku bersama mu*

4 Tanggapan to “REPLAY”

  1. Ini ya? lanjutan ceritanya? katanya mau disambung habis lebaran??
    Kok mlh replay sih…????

  2. if i could turn back the time, i would put u first in my life.
    I would risk it all for you to prove my love is true (westlife, don’t say it’s too late)

    mencoba memahami dan memaknai hidup ini sesulit apapun kita menerima takdir dan ujian ini, belajar dari sebuah penglaman akan kesalahan, memposisikan diri bagi pasangan kita “give him the best thing I have and done”. Berbesar hati menerima setiap keputusan hidup. Sayangnya memang kita tidak bisa memutar waktu kembali me-replay atau me-review ulang. Sungguh di luar kuasa kita. semoga menjadi kenangan terindah.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.