“Makanlah Sebelum (ketika) Lapar, Berhentilah Sebelum Kenyang”

Itulah Kira – kira yang Disampaikan OLEH RASULULLAH saW KEPADA SABAT – SAHABATnya PADA waktu itu, dan dizaman modern seperti ini, masih sering juga terdengar kalimat itu terutama saat gw sedang makan…!! Dan itu gak sekali dua kali, tapi sering buanget…!!

Gw bukan termasuk orang yang menentang ajaran rasulullah, tapi selalu setiap nasihat itu keluar dari mulut seorang dan gw coba menanyakan alasannya, mereka selalu berbelit tidak bisa menjelaskan. Ujung-ujungnya, dilimpahin lagi ke rasulullah “Ya..rasul nganjurin begitu..!!”, jawab mereka enteng.

Naif banget kalo kita harus melakukan sesuatu tanpa kita ketahui alasannya, dan keliatan sekali kita gak mau berpikir atas perbuatan yang kita lakukan. Doktrin, sunah rasul, arti harfiah kandungan Al-qur’an, petuah – petuah kyai dan semua yang berbau ajaran islam sering secara fanatic kita telan mentah – mentah tanpa bertanya kenapa dan untuk apa manfaatnya…!!!

Sebuah bukti lagi, bahwa kita mungkin menjadi muslim karena kita lahir dilingkungan orang – orang muslim juga, kemudian dipaksa mengisi masa kecil kita dengan ajaran para kyai-kyai jebolan pesantren fanatic yang kalo sudah mengatakan “A” ya harus “A” tanpa ada penjelasan mengapa bisa begini, mengapa bisa begitu.

Alhasil, sampe tua kolot pun teori “A” ya harus “A” selalu kita bawa tetap tanpa ada penjelasan yang masuk akal dan bermanfaat. Lebih parah lagi, hal tersebut kita turunkan kepada anak cucu kita. Dan hasilnya dapat disimpulkan, banyak dari kita yang memeluk agama ini hanya karena keturunan, bukan dari proses penalaran dan pencarian sebuah risalah. Bisa dikatakan juga hal ini yang menjadi salah satu penyebab munculnya sebuah aliran baru dalam islam yaitu aliran islam KTP…!!!

—–####——

Pagi ini, gue sahur kesiangan ketika waktu menunjukan saat – saat kita harus menahan apa yang kita makan. Disaat sedang menikmati hidangan sahur dengan tergesa – gesa, gw tuangkan air putih kedalam gelas yang didalamnya masih terisi seper empat gelas air putih sisa minumku sebelumnya. Air gw tuangkan dalam gelas. Dan saat permukaan air kurang lebih berada 1 cm dari bibir gelas, gw berhenti menuangkan. Posisi gelas gw letakkan lebih dekat. Kemudian gw lanjutin mengunyah hidangan sahur.

Makanan gue kunyah dengan cepat dan tergesa – gesa. Maklum bentar lagi mau jatuh adzan subuh. Disaat-saat seperti itu, kedua mata gw malah terus memperhatikan secangkir gelas yang baru saja kuisi dengan air putih tadi. Sambil terus mengunyah, gw tersenyum puas…”Ahhaaaa…!!, gw tau alasannya….!!”.

Ya, akhirnya gw tau alasan mengapa rasul memerintahkan kita untuk makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang….!!! Dan tentu saja ini hanya hasil pemikiran gw terhadap perumpamaan yang gw alamin. Bukan dari penjabaran suatu dalil-dalil atau apapun lah. Paling tidak, gw pengen mencoba menerima ajaran yang baik itu, dengan lebih dulu dipahami secara baik, baru kemudian diamalkan dalam kondisi dan perwujudan yang baik pula. Sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang betul-betul bermanfa’at.

Okey, begini perumpamaannya…!!

Gelas -> gw umpamain sebagai tubuh manusia

Air putih-> gw umpamain sebagai sari – sari makanan penghasil energi yang selalu dibutuhkan oleh manusia.

Gelas berisi seper empat air putih -> gw umpamain sebagai kondisi manusia yang mulai kekurangan energy karena berbagai aktifitas, meskipun belum merasakan lapar.

Gelas kosong -> gw umpamain sebagai kondisi tubuh saat kehilangan energy / sakit / tidak sehat.

Menuang air kedalam gelas -> gw umpamain sebagai proses pengisian energy diantaranya melalui aktifitas makan.

Permukaan air 1 cm dari bibir gelas -> gw umpamain sebagai kondisi berhenti makan sebelum kenyang

Air putih yang meluapi / meluber keluar gelas -> gw umpamain sebagai kondisi makan secara berlebihan / kenyang / terlalu kenyang

Begini penjelasannya (versi gue lho…hehehe…)

Untuk dapat hidup dan beraktifitas, tubuh manusia (gelas) membutuhkan energy yang diantaranya dihasilkan dari sari-sari makanan (air putih) yang kita makan (air putih yang dituangkan dalam gelas) yang dicerna didalam tubuh. Kondisi tubuh yang fit, artinya kondisi dimana energy yang berada dalam tubuh mencukupi untuk melakukan suatu aktifitas (gelas terisi penuh oleh air putih).

Disaat berbagai aktifitas yang kita kerjakan, hal tersebut akan menguras energy yang kita miliki. Dan hal ini membuat energy kita mulai berkurang (gelas berisi seperempat air putih). Dan tentu saja hal ini akan membuat kita merasa lelah karena kekurangan pasokan energy.

Dalam kondisi energy mulai berkurang, meskipun belum merasakan lapar (gelas berisi seperempat air putih), seyogyanyalah kita isi kembali energy kita diantaranya dengan memakan makanan yang dapat menghasilkan energy kembali (menuangkan air ke dalam gelas). Karena jika tidak, dikhawatirkan kita akan benar – benar kehilangan energy yang masih tersisa yang dapat mengganggu kesehatan tubuh (gelas kosong).

PARAGRAF INI YANG GUE JABARIN SEBAGAI “MAKANLAHLAH SEBELUM LAPAR….”

Disaat proses makan (menuangkan air ke dalam gelas), ternyata MEMANG TERBUKTI BENAR bahwa kita sebaiknya harus berhenti sebelum kenyang (permukaan air 1 cm dari bibir gelas). Hal ini dikarenakan jika kita makan hingga kondisi terlalu kenyang ( air putih yang meluapi / meluber keluar gelas ) maka hal ini justru akan memberikan dampak yang negative dari proses pemenuhan energy, seperti tubuh akan menjadi lemas dan lebih buruknya makanan dapat kembali keluar atau sering kita sebut dengan muntah ( air putih yang meluapi / meluber keluar gelas ).

PARAGRAF DIATAS YANG GUE JABARIN SEBAGAI “BERHENTILAH SEBELUM KENYANG..!!”

Sebagai tambahan paragraph di atas, kita sering sekali mengalami rasa kantuk dan lemas setelah kita makan. Dan hal ini dijelaskan secara teoritis dalam ilmu kesehatan bahwa proses metabolisme pembentukan energy dari sari-sari makanan yang kita makan hingga dapat menjadi suatu energy, haruslah melalui tahapan yang disebut dengan proses pembakaran. Sedangkan agar dapat melakukan proses pembakaran itu sendiri dibutuhkan O2 (oksigen) yang cukup dalam tubuh. Apabila O2 dalam tubuh tidak memenuhi untuk melakukan proses pembakaran ini, maka akan diambilkan diantaranya dari O2 yang ada dalam otak kita. Alhasil, jika otak kita mengalami kekurangan O2, sudah dipastikan kita akan merasa lemas dan kantuk….!!! Dan hal ini tentunya akan membuat aktifitas dan semangat kerja kita justru berkurang karena dipaksa berjuang melawan rasa kantuk yang tiba – tiba menyerang……………………………………………………………………….

—–####——

Itulah sekelumit hikmah yang gue dapat saat sahur pagi ini. Ternyata, jika kita mau berpikir, anjuran Rasulullahhu itu memiliki makna yang lebih luas dari sekedar merasakan apa yang dirasakan oleh kaum dhuafa. Semoga pemikiran ini bermanfa’at, dan sori kalo ada yang salah dengan perumpamaannya…yang jelas jangan pernah sekalipun menyalahkan rasulullah, karena pemikiran ini adalah pemikiran gue pribadi…!!hehe..

Semoga Allah senantiasa beserta hamba-hamba Nya yang mau berpikir………….

Pekalongan, Kamis 12 februari 2009

04.55  pagi

About these ads

17 Tanggapan to ““Makanlah Sebelum (ketika) Lapar, Berhentilah Sebelum Kenyang””

  1. tampilan postingnya unik kreatif

  2. radityariefananda Says:

    terima kasih…

  3. wow keren dah langsung tercantum nama n e-mailnya

  4. radityariefananda Says:

    tq..

  5. ridho bandonk Says:

    pusing!!

    tampilannya bikin pembaca jadi gak nyaman..

    mending dibikin formal dan simpel..

    aduh komentar mulu ya.. kapan trims nyah.. hha

  6. radityariefananda Says:

    Nah tu die bos…dah takdir gitu kali tampilannye…jekekeke…

  7. sunnah “makanlah sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang” ( kug terdengar dan dirasa janggal ya?)

    setahu saya “makanlah saat lapar dan berhenti seblum kenyang”

  8. yah…, tu dia alesannya knp rasul nggak secara harfiah ngatain…,
    biar kita nggak males mikir… apa guna diberi otak (salah satu hal paling ajaib di lalm semesta) kalo nggak dipake..
    btw, nice opinion…

  9. saif bin muhammad bin Dahnan Says:

    Ana ingin mengomentari soal anjuran makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang. Ada hikmah dalam setiap perintah kalau ente emang mau mencari hikmahnya. Agama itu soal keyakinan dimana keyakinan itu terkadang tidak dapat diterima oleh akal itu semua terjadi karena keterbatasan akal. contohnya keterbatasan akal adalah akal tidak dapat menjawab pertanyaan seperti apa wujud Allah, malaikat atau pun adanya syetan serta adanya surga dan neraka.
    hikmah makan ketika lapar adalah, apapun yang kita makan akan terasa lezat tidak perduli apakah kita makan dengan daging atau sekedar dengan ubi rebus. jika kita memakannya ketika lapar, ubi rebus yang sedikit gosong pun akan terasa lezat.
    Hikmah berhenti makan sebelum kenyang adalah, kesehatan kita akan terjaga. orang yang terlalu banyak makan akan rawan terserang penyakit.
    hadis yang ente kutip di atas sifatnya hanya anjuran, sunnah, kalau mau silahkan pakai kalau tidak mau tidak akan masuk penjara. kita harus bersyukur karena dibesarkan oleh keluarga yang beragama islam sehingga baru lahir kita islam, dididik secara islam, hidup secara islam dan semoga mati secara islam pula. kewajiban kita adalah mendalaminya untuk meraih bahagia dunia akhirat
    islam adalah nikmat yang paling besar dan yang terpenting mendalaminya adalah dengan banyak membaca tulisan sang Pencinta Agama Islam (Allah), baik tulisan yang berupa huruf maupun yang berupa jagad raya ini. jauhi sifat menantang Allah dengan mengatakan hukum agamanya begini dan bagitu. jika ada gejolak di hati, carilah jawabannya atau minta jawabannya pada orang yang berilmu. ana yakin setiap guru yang mengajarkan agama itu baik jika tidak dijelaskan apa maknanya itu artinya menyuruh kita untuk mencari penjelasannya sendiri.
    demikian semoga bermanfaat.

    Tuan Saif, seorang guru.

  10. owh jadi, makan saat lapar dan berhenti seblum kenyang itu,, sunnah yah n klo boleh

    gue mau tanya nih ke Saif,,, atau sipapun yg tau tolong di jawab yach….^^

    apakahh hal di atas tersebut memiliki hadist yg shohih pa kagak klo ada tolong di cantumkan di sini yahh

    A.K trimzzzz :)

  11. firemonster Says:

    Al-Ustadz Prof. KH. Ali Mustafa Ya”qub, MA. Beliau menyebutkan bahwa lafadz itu didapatnya tertulis pada salah satu kitab yang disebut dengan Ar-Rahmah fii Ath-Thibb wa Ar-Rahmah karya Al-Imam As-Suyuti (wafat 911 H).
    Namun alih-alih sebagai hadits nabi, lafadz itu ternyata hanyalah merupakan perkataan seorang tabib (dokter) dari Sudan, yang tidak ada kaitannya dengan urusan syariah dan agama.

  12. Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak pernah sampai kenyang“.
    Atau sering disebutkan oleh para penceramah sebagai: “Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang“.

    Lafadz ini seringkali diklaim sebagai hadits oleh banyak orang, termasuk penceramah yang sering kita dengarkan nasehatnya.

    Namun sayangnya lafadz yang seringkali dikatakan sebagai hadits nabi ini tidak ditemukan di kitab-kitab hadits yang muktamad, semacam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan An-Nasa”i, Sunan Abu Daud, Sunan At-Tirmizy, Sunan Ibnu Majah dan lainnya.

    Juga tidak didapati dikitab-kitab hadits ahkam semacam Bulughul Maram atau Nailul Authar dan sejenisnya.

    Sheikh Nawawi Al-Bantani pernah mengatakan bahwa lafadz ini hanyalah hikmah dan bukan hadits nabi SAW.

    Namun keterangan yang lebih rinci kita dapat dari seorang ahli hadits, yaitu Al-Ustadz Prof. KH. Ali Mustafa Ya”qub, MA. Beliau menyebutkan bahwa lafadz itu didapatnya tertulis pada salah satu kitab yang disebut dengan Ar-Rahmah fii Ath-Thibb wa Ar-Rahmah karya Al-Imam As-Suyuti (wafat 911 H).

    Namun alih-alih sebagai hadits nabi, lafadz itu ternyata hanyalah merupakan perkataan seorang tabib (dokter) dari Sudan, yang tidak ada kaitannya dengan urusan syariah dan agama.

    Mungkin sebagai sebuah advis atau nasehat dari seorang dokter, esensi nasehat tersebut ada benarnya, namun kalau dikatakan bahwa lafadz itu merupakan sabda nabi Muhammad SAW, sungguh sangat disayangkan.

    Sebab kita tahu bahwa hal itu merupakan sebuah kebohongan serius kepada beliau. Sampai ada hadits yang menyebutkan bahwa orang yang sengaja berdusta tentang nabi Muhammad SAW, maka dia harus menyiapkan tempat duduknya dari api neraka. Astaghfirullah.

    Bukan Hadits Tapi Nasehat Dokter:

    Di dalam kisah itu As-Suyuti menuliskan bahwa ada empat orang dokter ahli berkumpul di hadapan Kisra raja Persia. Masing-masing berasal dari negeri yang berbeda. Yaitu dari Iraq, Romawi, India dan Sudan.

    Masing-masing diminta untuk memberikan resep yang paling manjur yang tidak memberikan efek samping. Dokter dari Iraq memberi resep berupa minum air hangat tiga teguk setiap hari begitu bangun tidur. Resep dokter dari Romawi adalah menelan 3 biji rasyad (sejenis sayuran) tiap hari. Resep dokter India adalah menelan 3 biji ihlilaj tiap hari. Ihlilaj adalah sejenis gandum yang tumbuh di India, Afghanistan dan Cina. Giliran dokter dari Sudan, resepnya adalah tidak makan kecuali sudah lapar dan berhenti sebelum kenyang.

    Rupanya resep terakhir inilah yang dianggap paling manjur dan juga diakui oleh ketiga rekannya.

    Dalam mengisahkan cerita tentang nasehat dokter dari Sudan ini, Al-Imam As-Suyuthi sama sekali tidak menyebutkan bahwa lafadz ini datang dari Rasulullah SAW. Sehingga kalau sampai banyak penceramah main kutip lafadz ini sehingga akhirnya seolah menjadi hadits nabi, sungguh sangat disayangkan.

    Wallahu a’lam.

  13. gak suka cara tulisan pusing bacanya, tapi isinya menarik

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: