Presentasi Produk X-Gra di PT. Cirkle-K Regional Bali

Posted in Pengalaman Pribadi on Juli 17, 2014 by radityariefananda

“Melihat potensi Bali sebagai destinasi wisata favorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara, maka sewajarnya kebutuhan akan produk herbal untuk meningkatkan stamina masih sangat prospektif”

Demikian lah sebagian paparan pembuka yang disampaikan oleh Bapak Yudi Dwi Hardjo selaku Product Manager Hervicold (Herbal, Vitamin and Cold preparation) dalam kegiatan Presentasi Produk X-Gra di Gedung Trainning Center PT.Cirkle-K Indonesia Regional Bali pada akhir bulan Juni 2014 yang lalu.

Kegiatan yang diadakan oleh tim OTC PT.Phapros cabang Denpasar tersebut, sengaja mengundang product manager hervicold selaku penanggung jawab produk X-Gra, untuk turut hadir dan memberikan pemaparan langsung kepada seluruh tenaga frontliner PT.Cirkle-K regional Bali, yang pada kesempatan itu diwakili oleh masing – masing kepala gerai dari seluruh cabang yang ada.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh seratus tujuh puluh kepala gerai Cirkle-K se-regional Bali tersebut, Yudi juga menyampaikan bahwa semboyan “back to nature” sudah menjadi trend yang mendunia diberbagai belahan negara lain, sehingga dikalangan konsumen (terutama konsumen dari mancanegara yang berada di Bali) akan lebih aware dengan produk berbahan baku alami. Oleh karenanya, dengan kondisi tersebut ia menilai bahwa Bali memiliki prospek market yang cukup potensial untuk memasarkan produk berlisensi herbal seperti X-Gra.

“Melihat potensi Bali sebagai destinasi wisata favorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara, maka sewajarnya kebutuhan akan produk herbal untuk meningkatkan stamina masih sangat prospektif”, ucapnya.

X-Gra yang merupakan produk milik PT.Phapros,Tbk adalah salah satu dari sekian banyak produk stamina pria dewasa berbahan baku herbal yang beredar di pasaran. Namun satu – satu nya produk stamina pria dewasa yang termasuk dalam golongan fitofarmaka dan telah melalui uji klinis. Sehingga, kandungan asli herbal serta hasil yang dirasakan dapat dibuktikan secara ilmiah. Selain itu, dari hasil uji klinis yang dilakukan, X-Gra merupakan produk stamina pria dewasa yang tidak menimbulkan efek samping apapun terhadap pemakainya. Oleh karenanya, aman dikonsumsi secara berkelanjutan.

Namun demikian, Product Manager OTC PT.Phapros,Tbk yang gemar berolah raga tersebut dalam presentasi pembuka nya pula mengingatkan, bahwa dikalangan masyarakat banyak sekali beredar produk stamina dan vitalitas yang mencantumkan “lisensi” herbalnya namun memberikan efek secara instan.

Padahal pada kenyataannya, produk dengan bahan baku herbal, tidak ada yang memberikan efek secara instan. Sehingga menurutnya, harus berhati – hati dalam memilih produk stamina dan vitalitas.

Selain itu diperlukan juga adanya penyebaran informasi yang baik kepada masyarakat tentang efek negatif terhadap penggunaan produk stamina berbahan baku kimia yang memberikan hasil secara instan. Hingga pada akhirnya, pola pikir masyarakat kita akan tergerak untuk kembali menggunakan produk – produk berbahan baku herbal.

“Masyarakat kita masih cenderung menyukai produk – produk stamina berbahan baku kimia yang memberikan efek instan. Sedangkan trend instan sebetulnya sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat yang lebih maju”, ujarnya.

Selain memberikan gambaran umum tentang produk stamina dan vitalitas yang beredar dipasaran, dalam acara yang juga dihadiri oleh Bapak I Nyoman Iwan Setiawan selaku General Manager PT.Cirkle-K Regional Bali, Yudi juga menyampaikan materi utama yaitu pengetahuan seputar X-Gra dan teknik selling skill-nya.

Pada sesi tersebut, peserta sangat antusias menyimak serta tidak sedikit dari mereka yang aktif mengajukan pertanyaan disetiap pergantian bahasan. Bahkan di akhir sesi, ada diantara peserta yang secara khusus meminta penjelasan kepada tim OTC cabang Denpasar tentang cara efektif untuk menjual X-Gra.

Dipenghujung acara, tim OTC cabang Denpasar yang digawangi oleh saudara Raditya Rief Ananda yang pada kesempatan tersebut juga bertindak selaku PIC kegiatan berharap, semoga tujuan dari pelaksanaan kegiatan itu dapat tercapai. Yaitu memberikan informasi detail tentang produk X-Gra dan teknik selling skill-nya, sehingga akhirnya akan mampu mendongkrak penjualan X-Gra di cabang Denpasar, khususnya melalui sektor modern outlet yang diantaranya melalui PT.Cirkle-K Indonesia regional Bali.

“Record penjualan tertinggi X-Gra cabang Denpasar selama lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2009. Dan sejak masuknya X-Gra di sektor modern outlet melalui PT.Cirkle-K Indonesia regional Bali yaitu pada bulan april 2014, dalam kurun waktu dua bulan saja penjualan nya sudah separuh lebih dari penjualan yang tercapai di tahun 2009. Semoga kedepannya akan terus meningkat dengan ditunjang program – program promo lain”, ucapnya.

Salam OTC Hebat dari Pulau Dewata,.!

PRESENTASI X-GRA DI PT.CIRKLE-K INDONESIA REGIONAL BALI

PRESENTASI X-GRA DI PT.CIRKLE-K INDONESIA REGIONAL BALI

#tulisan diterbitkan juga di Bulletin SWARA PT.Phapros,Tbk Edisi Juli 2014#

WAHAI RUANG JIWAKU

Posted in Pengalaman Pribadi on Juni 23, 2014 by radityariefananda

LOVE U BUNDA

Wahai ruang jiwaku,..
Dengarkan aku berbisik
“Aku selalu ada disampingmu”
Goreskan itu di singgasanamu

Wahai ruang jiwaku,..
Sampai detik ini
Aku-lah sebagian tulang rusukmu
Dan akan senantiasa melekat
Dalam sendi ikrar ku,..

Wahai ruang jiwaku,..
Aku setia dalam genggamanmu
Aku patuh mengimami-mu
Aku bahagia memeluk dukamu
Aku bangga dalam tempurungmu
Aku,..Aku,..dan Aku,..
Akulah Hawa bagi jiwa Adam-mu

Namun,..
Wahai ruang jiwaku,..
Pernahkah kau bertanya pada dirimu
Masih hangatkah sisi ruangmu?
Selalu lembut kah naunganmu?
Penuh aroma kasih kah sudut ruang mu?
Sehingga,..
Ku selalu nyaman bersamamu,..

Wahai ruang jiwaku,..
Engkau harus tahu,..
Sejatinya,..
Apapun isi ruang mu,..
Aku akan menginginkan itu,..
Dan selalu ingin dalam naungmu

Namun,..
Wahai ruang jiwaku,..
Jika engkau mau mendengar,..
Berilah aku secuil singgasana
Disudut ruang jiwamu
Buatkan aku satu lubang jendela
Disisi naunganmu,..
Agar aku mampu sedikit bergerak
Agar aku mampu merasakan
Hangatnya sinar mantari yang menyelinap,..
Agar akupun mampu mengintip Indahnya cerita dunia
Dari dalam ruang hangatmu

Wahai ruang jiwaku,..
Dengarkan lirih hatiku,..
Aku ingin bersamamu
Sejak mata membuka cahaya
Hingga tertutup mentari malam,..

Wahai ruang jiwaku,..
Biarkan aku mengabdi
Melengkapi tulang rusuk mu
Menyejukkannya dengan caraku

Wahai ruang jiwaku,..
Biarkan aku menjadi ratumu
Menjadi istri pilihanmu
Seperti yang kau inginkan dulu,..

Aku akan berbakti,..
Demi kau sebagian jiwaku,..
Suamiku,..

Corner of my room
16th on March 2014
20.05 PM

Sahabat Sang Bayu

Posted in Pengalaman Pribadi on Juni 23, 2014 by radityariefananda

SAHABAT SANG BAYU

Never Ending Ngayogyokarto,…Ngooook,..!! (Part 1- From Bali to Yogya)

Posted in Pengalaman Pribadi on Juni 23, 2014 by radityariefananda

bali-jogja

“Mohon perhatiannya sebentar bapak ibu sekalian, disebelah kiri kita ada sebuah truk, yang kalau kita perhatikan baik – baik, truk tersebut sedang membawa muatan. Nah,..bapak ibu sekalian, muatan itu oleh banyak orang di kota Yogyakarta, biasa disebut tebu!”

“huuuuuuuuuuu,…!” #sewot tingkat dewa#

Sepenggal celoteh itu masih gue ingat jelas. Dan sepertinya, itu menjadi awal “perang banyol” antara gue dan rombongan dari UPT PKM Sidomulyo (mau di baca Dinkes Lampung Selatan juga boleh kok,…hihihi,.. ).

Pagi itu, seperti yang sudah direncanakan dalam agenda ARTjuna, gue bersama salah seorang tim bertolak dari Denpasar. Orang tersebut, panggil aja namanya Dimas.

Dimas, yang merupakan salah satu lead guide ARTjuna Enterprise, sebenarnya baru saja tiba di Denpasar pada malam hari nya. setelah satu minggu menyelesaikan kegiatan Sail Trip Komodo di Pulau Flores. Lalu keesokan harinya harus kembali terbang bersama gue menggunakan penerbangan pesawat kedua dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Tujuan nya adalah Yogyakarta.

Dari Denpasar menuju Yogyakarta, penerbangan ditempuh dalam waktu satu jam lebih sepuluh menit aja. Take off tepat pukul 08.00 WITA, dan landing pukul 08.10 WIB. Informasi itu gue ketahui dari boarding pass yang selalu gue genggam selama berada di ruang tunggu bandara.

“Waktu yang cukup cepat buat gue dan Dimas menyambung jatah tidur yang kurang tadi malam, tapi bisa juga jadi waktu yang cukup lama untuk segera tiba di Yogyakarta”, gue membatin.

Bersama Dimas, gue duduk disalah satu sudut kursi ruang tunggu bandara. Pagi itu, ruangan tunggu cukup ramai dipadati oleh calon penumpang. Sepertinya, memang lebih ramai dari hari biasanya. Mungkin, karena hari itu dan dua hari kedepannya merupakan hari libur daerah di Provinsi Bali.

Yeaah,..gak usah heran jika di Bali banyak hari libur daerah. Libur yang gue maksud adalah yang berkaitan dengan hari – hari besar keagamaan. Dan itu diatur melalui peraturan daerah nya. Oleh karena nya, jangan bingung kalo di Bali memiliki kalender sendiri, dimana dalam penulisan penanggalannya mengacu seperti kalender pada umumnya, tetapi ditambahi dengan simbol – simbol tambahan pada hari – hari besar keagamaan. Jika tiba pada tanggal yang memiliki simbol tertentu tersebut, maka seluruh aktifitas perkantoran akan libur. Enaknya Bali, saat daerah lain diseluruh Indonesia sedang beraktifitas bekerja seperti pada umumnya, maka di Bali justru sedang libur dari segala macam pelayanan publik dan perkantoran. Oleh sebab itu, nama BALI sering di panjangkan dengan sebutan BAnyak LIbur. Dan gue salah satu dari sekian orang yang pernah merasakannya. What a nice day!

Kembali ke ruang tunggu,…

Tik,..tok…tik,…tok,…

Waktu terus berjalan, namun bagian informasi belum juga menyampaikan boarding call untuk segera naik ke dalam pesawat. Gue dan Dimas mulai sedikit gelisah. Dan memang kami harus gelisah. Ada alasan untuk kegelisahan itu.
Dimas masih terus standby dengan handphone nya. Beberapa kali melakukan panggilan ke nomor yang sama. Kemudian terlihat melakukan pembicaraan. Sesekali juga nampak jarinya mengetik cepat mengirimkan pesan singkat. Cekatan untuk sebuah koordinasi. Ruang tunggu makin dipenuhi para calon penumpang. Riuh….

===##===

Jauh berkilometer di jalur selatan pulau jawa,…

Sebuah rombongan dari salah satu institusi pemerintah di bawah lingkup Dinas Kesehatan sedang berada dalam satu bus untuk melakukan perjalanan wisata. Rombongan tersebut berasal dari Kabupaten Lampung Selatan. Dan memiliki tujuan yang sama dengan gue dan Dimas, Yogyakarta.

Gue membayangkan, wajah – wajah mereka pagi itu cukup lelah, setelah menempuh perjalanan yang gue perkirakan cukup membuat pegal seluruh badan karena semalaman kurang leluasa untuk tidur dengan nyaman. Tapi pagi itu gue yakin, mereka siap menerima keadaannya, demi sebuah liburan yang sudah mereka rancang. Apalagi, menurut perhitungan waktu, beberapa saat lagi mereka akan tiba di Kota yang terkenal akan jalan Malioboronya itu. Mereka hepi,..gue dan Dimas mulai agak keringat dingin,..”panic syndrome!

===##===

Kembali ke Ngurah Rai,…

Boarding call sudah terdengar beberapa menit lalu. Gue dan Dimas berada dalam antrian menuju shelter bus yang akan membawa para calon penumpang ke pesawat.

Sebelum merapat dalam barisan antrian para calon penumpang, Dimas terlihat melakukan panggilan melalui handphone nya. Fafa, nama seseorang yang ia ajak bicara melalui seluler putihnya itu.

Fafa adalah seorang mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia, asal Yogyakarta. Ia juga merupakan salah satu Lead Guide yang tergabung dalam ARTjuna Enterprise. Sebagai seorang mahasiswa, kiprahnya di dunia kampus sudah tidak diragukan lagi.

Beberapa hari sebelumnya, gue mendengar kabar, dia baru saja menorehkan prestasi gemilang mewakili Indonesia dalam ajang “International Invention Inovation And Technology Exhibision” yaitu sebuah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Malaysia dalam bidang inovasi. Pada kesempatan itu, dia meraih medali perak untuk kategori Biology Health and Fitnes dengan penciptaanya berupa Hand Function Disorder. Luar biasa,..! Biasa di luar,..!

Selain itu, pengalamannya di dunia travel juga gak bisa dianggap remeh. Dia merupakan founder travelmatekamu.com. Sebuah situs rujukan traveling ternama di Indonesia, dimana konten – konten nya berisi segala macam informasi traveling yang dapat dijadikan panduan dan informasi bagi para traveler. Termasuk kamu,…iya,..kamu,..!

Selain Fafa, ada satu lagi pria yang juga menerima beberapa panggilan dari Dimas melalui telepon selulernya.Jika kita membuka situs travelmatekamu.com, niscaya kita akan menemukan nama pria tersebut yang juga merupakan lead guide ARTjuna Enterprise. Dia adalah Aradea Kurnianto atau yang biasa dipanggil Yaya. Seperti Fafa yang asli Yogyakarta, demikian pula dengan Yaya.

Yaya yang merupakan mahasiswa jurusan Komunikasi Periklanan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu, juga memiliki pengalaman yang luas di dunia traveling. Aksinya melintasi berbagai negara merupakan bukti kecintaannya pada hobinya itu.

Dan akhirnya gue harus memberitau, bahwa kedua pria itulah yang akan pertama kali gue temui bersama Dimas setibanya di Yogyakarta. Will be nice meet,.!

===##===

Tepat pukul 07.35 wita, saat gue menyandarkan tubuh ini di sandaran kursi pesawat milik Tonny Fernandes itu. Air Asia. Gue duduk terpisah dari Dimas. Dan itu gak menjadi permasalahan berarti, selain karena memang tidak ada rencana untuk melanjutkan pembicaraan koordinasi, juga sudah diniatkan di diri masing – masing untuk menyambung “jam tidur malam” yang dirasa kurang. Salah satu cara efektif untuk sekedar save energy, karena sepenuhnya sadar bahwa beberapa jam kedepan akan berhadapan dengan kegiatan yang cukup membutuhkan energy lebih.

Kegiatan yang membutuhkan cukup energi lebih,..?!

Yup,…gue, Dimas, Fafa dan Yaya memang akan bertemu untuk suatu kegiatan City Tour di Yogyakarta pada hari itu, dan tiga hari kedepan. Dan peserta tour yang akan dikawal adalah satu bus rombongan dari PKM Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, yang saat itu sudah mendekati gerbang Yogyakarta.“Ngoook..!”

Pesawat sudah bersiap untuk take off. Flight attendent pun sudah memperagakan instruksi – instruksi keselamatan dengan gemulai. And its time to go,…So,..let sleep well,..!

.B.E.R.S.A.M.B.U.N.G.

Kita Adalah Kita

Posted in Pengalaman Pribadi on Juni 1, 2014 by radityariefananda

Kita,..
Bukanlah Sang Raja penghuni Keraton
Juga,..
Bukan pula seorang Permaisuri
Yang mewarnai Tamansari

Kita,..
Tidak harus seperti Gunung Merapi
Yang tenang gagah menjulang tinggi
Namun,..
Menggelegar membakar saat beraksi

Dan kita,..
Cukuplah sekedar mampu menikmati
Kuasa Tuhan pada Sang Ombak
Yang bekerja tiada henti
Mendebur karang memecah sunyi

Karena,..
Kita adalah kita
Perwujudan makhluk sempurna
Yang kadang jauh dari kesempurnaan

Karena,..
Kita adalah kita
Yang sering merasa mampu
Namun terkadang terhempas
Ketidak berdayaan

Karena,..
Kita adalah kita
Yang tak segan menjulangkan impian
Namun masih berpijak hanya di atas pasir

Hingga pada akhirnya,..

Kita sebaiknya adalah kita
Yang meletakan sukma diri pada wadahnya
Yang tak perlu sungkan mengakui kelemahan
Yang tak perlu malu menyuguhkan kekonyolan
Yang selalu bangga berdiri dengan kaki sendiri

Dan,..
Yang utuh menjadikan diri kita
Menjadi diri sendiri

#Yogyakarta, 30 Mei 2014#
“thanks to Dinkes Lampung Selatan for a great momment! see u all”

Clouds of Penglipuran Village & Danau Batur, Bali Island (11.05.2014)

Posted in Pengalaman Pribadi on Mei 12, 2014 by radityariefananda

IMG_3788

IMG_3814

IMG_3819

IMG_3820

IMG_3833

“Lho,..Boss, anda dibayar oleh perusahaan untuk menyelesaikan tugas perusahaan. Bukan hal diluar itu!!”

Posted in Pengalaman Pribadi on Maret 11, 2014 by radityariefananda

“Saya bekerja dengan pekerjaan. Bukan untuk hal – hal gak penting,..!”

PART-1

Seharusnya sebagai pekerja, sudah sangat wajar jika kita hanya berpijak diatas jalur kewajiban saja. kewajiban apa? ya kewajiban menyelesaikan tugas – tugas yang diberikan oleh perusahaan tempat kita bekerja. Sedangkan jalur hak, alam pasti adil menyelesaikan dan mengaturnya. Enggak terasa sekarang, pasti suatu saat.

Jika hak saja kita mampu untuk hampir idak memikirkannya, niscaya hal lain diluar hak itu pun gak akan terbawa-bawa “mengotori” kewajiban kita sebagai pekerja.

Mari berbicara tentang kewajiban.
Sebagai sesama pekerja, baik atasan ataupun bawahan memiliki fungsi dan tugas masing – masing yang pada dasarnya saling terhubung. Dan “Kewajiban” lah yang menghubungkan dintara kedua nya. Staff atau bawahan yang baik, mengerti akan kewajibannya. Begitu juga dengan pimpinan atau atasan yang leader minded, pasti akan tau sekali apa-apa yang menjadi kewajibannya pula. Dan semua kewajiban itu, tentunya kewajiban beraroma tugas pekerjaan.

Apa itu kewajiban beraroma pekerjaan?. ya kewajiban yang hanya membicarakan dan berhubungan dengan pekerjaan saja. hal di luar pekerjaan, tidak perlu dijadikan kewajiban yang seolah harus diselesaikan juga. Mungkin konsep ini yang akan mengarahkan seorang pekerja ke arah lingkungan profesional.

Lalu bagaimana jika ada seorang pekerja yang juga “merasa” memiliki kewajiban menyelesaikan tugas – tugas diluar kewajiban beraroma pekerjaan?
Nah itu dia,…akhir – akhir ini seringkali kita menjumpai seorang pekerja yang merasa “berkewajiban” menyelesaikan hal – hal yang diluar kewajiban pekerjaannya, atau bahkan lebih parahnya merasa bahwa hal itu merupakan kewajiban yang menjadi tugasnya pula. ironis!

#.B.E.R.S.A.M.B.U.N.G.#

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.